Kamis, 13 Jan 2022 20:20 WIB

Alasan Vaksin COVID-19 Booster Cuma Diberikan Setengah Dosis

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Vaksinasi COVID-19 terus dilakukan. Salah satunya diberikan untuk warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta. Alasan vaksinasi COVID-19 booster hanya menggunakan setengah dosis. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Program pemberian vaksinasi dosis tiga atau booster telah dilangsungkan sejak kemarin, Rabu (12/1/2022). Tak sedikit dari publik yang bertanya, mengapa hanya setengah dosis vaksin yang diberikan kepada masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadiki mengungkapan alasan pemerintah hanya memberikan setengah dosis vaksin booster kepada masyarakat. Menurutnya, pemberian setengah dosis sudah melalui tahap penelitian.

"Hasil penelitian di dalam dan luar negeri menunjukkan, vaksin booster setengah dosis meningkatan antibodi yang relatif sama atau lebih baik dari vaksin booster dosis penuh," katanya dalam konferensi pers, Selasa (11/1/2022).

Masih menurut hasil penelitian, penyuntikan setengah dosisi vaksin booster memberikan dampak Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang lebih ringan.

Sebagai informasi, pemberian vaksin booster sementara menggunakan tiga alternatif. Alternatif pertama, masyarakat yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin Sinovac, akan ada yang mendapatkan setengah dosis booster vaksin Pfizer.

"Kedua, untuk vaksin primer Sinovac, akan kita berikan setengah dosis AstraZeneca," sambungnya.

Alternatif ketiga, masyarakat yang telah mendapatkan vaksinasi dosis penuh AstraZeneca, akan mendapatkan booster Moderna dengan setengah dosis.

Menkes Budi menjelaskan, pemberian vaksin booster yang berbeda dengan vaksin primer ini juga mengikuti ketersediaan vaksin. Kombinasi vaksin booster sendiri juga telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Komite Penasihat Ahli IMunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).



Simak Video "Garut Mulai Gelar Vaksinasi Booster, Lansia Jadi Prioritas"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)