Minggu, 16 Jan 2022 11:17 WIB

Bisa Menyerang Miss V! Kenali Cacing Kremi: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Close-up of legs and panties of young Caucasian woman sitting on toilet bowl. Female health concept Cacing kremi juga bisa 'menyerang' vagina (Foto: iStock)
Jakarta -

Beredar video viral yang menunjukkan sejumlah belatung di bagian organ intim wanita. Beberapa pakar kesehatan mengklaim infeksi tersebut bukanlah disebabkan oleh belatung, karena belatung hanya hidup di jaringan mati. Hewan yang lebih mungkin hidup di vagina adalah cacing kremi.

Cacing kremi atau disebut oxyuris vermicularis, merupakan parasit kecil yang dapat hidup di usus besar dan rektum manusia. Di beberapa kasus, infeksi cacing kremi bisa menjalar ke daerah organ intim manusia.

Parasit ini dapat menginfeksi anus, vagina, rahim, saluran tuba, hingga sekitar organ panggul loh. Infeksi cacing kremi paling sering terjadi pada anak-anak. Dikutip dari Meidicinenet, sekitar 20 persen anak perempuan mengalami infeksi cacing kremi di vagina.

Lantas bagaimana cacing kremi bisa menginfeksi daerah intim manusia? Pada dasarnya, cacing kremi selalu berpindah-pindah tempat hidupnya di dalam tubuh manusia. Sejak dalam bentuk telur hingga menetas, cacing kremi bersarang di usus 12 jari.

Setelah berubah menjadi larva, ia akan berpindah ke usus tengah yang berfungsi menyerap nutrisi. Dan ketika dewasa, cacing kremi dapat bermigrasi ke usus dan memicu rasa gatal di bagian tersebut.

Sebagian cacing kremi dapat keluar bersama feses. Nah, dalam proses migrasi, cacing dewasa dapat tersesat dan bersarang di bagian tubuh yang tidak seharusnya, seperti vagina. Kondisi ini pun dapat memicu radang dan mengganggu sistem reproduksi.

Gejala Cacing Kremi

Infeksi cacing kremi umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, di beberapa kasus ada juga yang merasakan hal-hal berikut:

Gejala umum cacing kremi:

  • Gatal pada daerah anus atau vagina
  • Ketidaknyamanan di daerah anus atau vagina
  • Ruam atau iritasi kulit di sekitar anus atau vagina
  • Keputihan (jika cacing kremi bersarang di vagina)
  • Insomnia
  • Sering marah
  • Gelisah

Gejala yang jarang terjadi:

  • Sakit perut dan mual
  • Infeksi bakteri sekunder akibat garukan yang intens
  • Infeksi pada ureter atau kandung kemih
  • Ketidaknyamanan di kandung kemih
  • Berat badan turun
  • Infeksi pada bagian perut (rongga peritoneum)

Penyebab dan Risiko Cacing Kremi

Kontak langsung dengan telur cacing kremi

Penyebab yang paling umum adalah menghirup dan menelan telur cacing kremi secara tidak sengaja dari suatu benda. Jika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi telur cacing kremi, telur dapat menempel di tangan atau di dalam kuku dan bertahan hingga dua atau tiga minggu.

Telur yang bertahan di tangan dapat masuk ke dalam tubuh saat seseorang sedang makan atau menggigit kuku, menggaruk organ intim seperti vagina, dan juga dapat menempel pada suatu benda yang dipegang oleh tangan yang terkontaminasi tersebut.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut beberapa risiko seseorang yang bisa terkena infeksi cacing kremi:

  • Berusia 5-10 tahun
  • Tinggal di tempat yang ramai (orang yang tinggal di daerah institusi lebih berisiko terkena cacing kremi)
  • Ditularkan dari orang lain, baik itu keluarga atau anak-anak di sekolah

Cara Mengobati dan Mencegah Infeksi Cacing Kremi

Dikutip dari Medicinenet, ada banyak bahan-bahan alami yang mengobati infeksi cacing kremi meskipun penelitiannya masih terbilang sedikit. Berikut bahan alami yang bisa dicoba di rumah:

  • Menggunakan bawang putih
  • Kelapa parut
  • Ekstrak dan pasta biji jeruk bali
  • Parutan wortel
  • Jus bawang diminum sebanyak tiga kali sehari
  • Biji labu
  • Ekstrak apsintus

Untuk pemakaian dari bahan-bahan tersebut, dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ya.

Agar telur cacing kremi tidak menempel di tangan, berikut hal yang perlu dilakukan:

1. Membersihkan diri di pagi hari

Jangan lupa untuk membersihkan diri setiap pagi, baik itu membersihkan anus, vagina, atau daerah tubuh lainnya untuk mengurangi jumlah telur cacing yang menempel di tubuh.

Sebagai informasi, cacing kremi biasanya berkembang biak atau bertelur di malam hari. Untuk itu, rajinlah membersihkan diri untuk mengurangi kontaminasi dari cacing kremi.

2. Ganti pakaian dalam dan seprai

Dianjurkan untuk mengganti pakaian dalam setiap hari dan seprai. Cara ini dapat membantu menghilangkan telur cacing kremi.

3. Cuci dengan air panas

Cuci seprai, pakaian dalam, handuk, dan pakaian lainnya menggunakan air panas untuk membunuh telur cacing kremi.

4. Jangan menggaruk

Jangan memegang anus atau vagina jika tangan dalam keadaan kotor. Cucilah tangan dan potong kuku untuk mengurangi penumpukkan telur cacing kremi. Hindarilah menggigit tangan dan kuku agar telur tidak masuk melalui mulut.

5. Cuci tangan

Cuci tangan setiap hari dengan bersih menggunakan sabun untuk mengurangi risiko terkena infeksi cacing kremi.

Ingat ya guys, kebersihan itu sangat penting untuk menghindari sejumlah infeksi, terutama cacing kremi. Jika habis memegang suatu hal atau ingin makan, usahakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu untuk menghindari telur cacing kremi.



Simak Video "Dokter Boyke Angkat Bicara Soal Heboh Istilah 'Husband Stitch'"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)