Minggu, 16 Jan 2022 15:01 WIB

Booster Sinovac Vs Moderna, Lebih Manjur Mana? Ini Hasil Riset Kemenkes

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jakarta -

Senior Manager Strategic Delivery Unit Kementerian Kesehatan RI Ririn Ramadhany mengungkap hasil penelitian yang dilakukan terhadap beberapa jenis vaksin booster. Hasilnya, baik booster yang diberikan secara homolog atau heterolog mampu meningkatkan titer antibodi untuk melawan infeksi COVID-19.

Booster homolog diamati pada pemberian vaksin Sinovac untuk penerima vaksin primer dengan jenis yang sama. Sementara itu, booster heterolog diamati pada pemberian vaksin Moderna pada penerima vaksin primer Sinovac.

"Kami menemukan bahwa booster homolog dan heterolog berhasil meningkatkan titer antibodi," kata Ririn dalam webinar bertajuk 'Indonesian Congress Symposium on Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries', Minggu (16/1/2022).

"Tidak ada reaksi merugikan yang signifikan, baik booster homolog dan heterolog," lanjutnya.

Homolog merupakan pemberian booster atau dosis vaksin COVID-19 lanjutan dengan jenis vaksin yang sama dengan dosis primer pertama dan kedua. Sedangkan pada heterolog, jenis vaksin booster atau lanjutan yang digunakan berbeda dengan dosis primer.

Dalam penjelasannya, tidak ada perbedaan yang signifikan dari segi titer antibodi untuk antarkelompok usia, yaitu 18-25 tahun, 26-40 tahun, 41-60 tahun, dan lebih dari 60 tahun. Meskipun memang cenderung lebih rendah di kalangan lansia, yaitu mereka yang lebih dari 60 tahun.

Namun, Ririn menekankan bahwa titer antibodi ini bukan menjadi satu-satunya yang menentukan tingkat perlindungan seseorang dalam melawan COVID-19.

"Titer antibodi di sini dalam hal ini tidak selalu secara serta merta mencerminkan imunitas tubuh manusia, ini hanyalah salah satu faktor saja," beber dia.

Seberapa Besar Peningkatan Titer Antibodi usai Mendapatkan Booster?

Ririn menjelaskan untuk booster homolog dengan vaksin Sinovac, peningkatan titer antibodi terjadi satu bulan setelah di booster. Peningkatannya mencapai 7,8 kali dari segi titer antibodi.

Ia mengatakan tidak ada perbedaan yang signifikan untuk interval dari ataupun lebih dari enam bulan antara suntikan kedua dengan booster.

Bagaimana dengan booster heterolog? Simak di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2