Senin, 17 Jan 2022 07:20 WIB

GISAID Laporkan Omicron di Indonesia Melesat Jadi 660 Kasus!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemerintah menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron baru. Peningkatan kasus Omicron disebut lebih cepat berkembang ketimbang COVID-19 varian Delta. Omicron di Indonesia. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Omicron di Indonesia melesat menjadi 660 kasus, berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) per Senin pagi (17/1). Total kasus yang dicatat berbeda dengan laporan terakhir Kementerian Kesehatan RI.

Catatan Kemenkes RI per Jumat (14/1) baru mengidentifikasi 572 orang terinfeksi Omicron, masih didominasi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Meski begitu, kasus transmisi lokal juga terus bertambah, paling banyak ditemukan di DKI Jakarta.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadai Tarmizi, ada tiga gejala COVID-19 varian Omicron yang kerap dikeluhkan. Tiga gejala tersebut adalah:

  • Batuk
  • Pilek
  • Demam

Karenanya, dr Nadia mengimbau untuk tidak meremehkan gejala COVID-19 di atas.

"Tetap waspada. Jangan remehkan batuk pilek, kalau merasa tak enak, isolasi dan tes," sebut dr Nadia.

Sementara lima negara penyumbang kasus Omicron terbanyak di dunia berasal dari AS dan Eropa. Meski varian Omicron pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, tren kasus Omicron di wilayah tersebut cepat menurun.

Lima wilayah penyumbang Omicron tertinggi, menurut GISAID, per Senin (17/1).

  • Inggris: 161.284 kasus
  • Amerika Serikat: 118.648 kasus
  • Denmark: 23.698 kasus
  • Jerman: 10.247 kasus
  • Prancis: 6.841 kasus

Simak Video 'Fakta-fakta Varian Omicron Melonjak di RI':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)