Senin, 17 Jan 2022 16:31 WIB

Rekor Kasus Corona, Presiden Filipina Ancam Penjarakan Warga yang Tak Vaksin

Firdaus Anwar - detikHealth
In this photo provided by the Malacanang Presidential Photographers Division, Philippine President Rodrigo Duterte wears a protective mask as he meets members of the Inter-Agency Task Force on the Emerging Infectious Diseases in Davao province, southern Philippines on Monday Sept. 21, 2020. Duterte says he has extended a state of calamity in the entire Philippines by a year to allow the government to draw emergency funds faster to fight the COVID-19 pandemic and harness the police and military to maintain law and order. (Albert Alcain/Malacanang Presidential Photographers Division via AP) Foto: Albert Alcain/Malacanang Presidential Photographers Division via AP
Jakarta -

Filipina sedang menghadapi lonjakan kasus COVID-19 dengan rekor kasus harian tertinggi mencapai 39.004 pada Sabtu (15/1/2022). Hal ini membuat Filipina kembali menghentikan sementara sekolah tatap muka di beberapa daerah dan menerapkan pembatasan mobilitas.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte minggu lalu mengancam akan memenjarakan orang yang belum vaksinasi. Pemerintah kini dilaporkan sedang membuat aturan yang membuat petugas bisa mendatangi rumah-rumah untuk mencatat status vaksinasi warga.

Wakil Sekretaris Dalam Negeri Epimaco Densing mengatakan kebijakan yang baru ini akan membuat Filipina bisa mencatat status vaksinasi di 42.046 desa. Warga akan dimonitor dan yang belum divaksinasi tidak boleh meninggalkan rumah bila tidak ada kepentingan mendesak.

"Begitu individu, khususnya yang belum divaksinasi, diidentifikasi, mereka akan dipantau apakah ada yang meninggalkan kediamannya untuk hal penting seperti mengambil kebutuhan barang dan jasa," ungkap Densing.

"Orang-orang tidak akan ditangkap hanya karena mereka belum divaksin, melainkan karena tidak mengikuti instruksi atau arahan pihak berwenang," lanjutnya.

Puncak gelombang COVID-19 karena varian Omicron di Filipina diprediksi akan terjadi pada akhir Januari atau pertengahan Februari 2022.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)