Senin, 17 Jan 2022 20:30 WIB

Harap Sabar! Pakar IDI Bawa Kabar Kurang Enak soal Kondisi Omicron

Firdaus Anwar - detikHealth
Kasus Omicron di Jawa Timur jumlahnya terus bertambah. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Jawa Timur, total kasus omicron di Jatim sebanyak delapan orang. Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Indonesia diprediksi akan mengalami gelombang kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Meski infeksi Omicron ini disebut cenderung ringan dibanding varian lain, namun tetap tidak boleh diremehkan.

Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Profesor Zubairi Djoerban, menyinggung kondisi COVID-19 yang terjadi di Amerika Serikat (AS) sebagai contoh. Disebut ada 12.620 kematian dalam 7 hari terakhir, menjadikan AS saat ini sebagai negara dengan jumlah korban COVID-19 tertinggi di dunia.

"Dari tabel bisa dilihat angka meninggal Covid-19 di Amerika Serikat sebanyak 12.620 jiwa dalam sepekan terakhir. Sementara infeksi varian Omicron di sana mencapai 95% lebih dari total kasus Covid-19. Data ini menunjukkan Omicron tidak bisa dibilang ringan--pada perkembangannya," tulis Prof Zubairi lewat akun Twitternya dan dikutip pada Senin (17/1/2022).

Menurut data dari Department of Health and Human Services, rumah sakit (RS) di hampir setengah negara bagian AS sudah hampir penuh. Setidaknya kapasitas tempat tidur RS di 24 negara bagian sudah terisi sekitar 80 persen.

Presiden AS Joe Biden memutuskan membagi sekitar 500 juta tes cepat COVID-19 gratis ke rumah-rumah dan menurunkan personel militer untuk membantu RS yang kewalahan.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)