Selasa, 18 Jan 2022 04:40 WIB

Omicron di DKI Jadi 825 Kasus, 243 Kasus Transmisi Lokal

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Virus Corona COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) masih mendominasi kasus varian Omicron di DKI Jakarta. Hingga kini tercatat sudah ada 825 kasus Omicron di ibukota.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dalam siaran pers Pemprov DKI.

"Dari 825 orang yang terinfeksi, sebanyak 582 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 243 lainnya adalah transmisi lokal," kata Dwi, dikutip pada Selasa (18/1/2022).

Sementara itu, jumlah kasus aktif pada Senin (17/1/2022) bertambah 28 kasus sehingga total menjadi 3.844 kasus.

"Perlu digarisbawahi bahwa 2.098 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 493 orang sehingga total 871.422 kasus, yang mana 129 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri," terang Dwi.

DKI mencatatkan positivity rate sepekan sebanyak 3,5 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,9 persen. Organisasi kesehatan dunia WHO menetapkan standar kasus positif tidak lebih dari 5 persen.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)