Selasa, 18 Jan 2022 16:29 WIB

COVID-19 RI Naik Gegara Omicron, Jokowi: Lebih Menular tapi Gejalanya Ringan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia tengah mengalami tren kenaikan kasus COVID-19 akibat merebaknya varian Omicron. Meski varian Omicron berisiko kecil menimbulkan perawatan inap dan gejala berat, Jokowi mengingatkan tingginya penularan varian Omicron.

"Kita semua harus mewaspadai tren ini namun tidak perlu bereaksi berlebihan. Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan jangan menyebabkan kepanikan," ujarnya dalam siaran langsung Pernyataan Presiden RI terkait Kasus Omicron di Tanah Air, Istana Bogor, Selasa (18/1/2022).

"Berbagai studi termasuk laporan WHO menyebutkan varian omicron lebih mudah menular namun gejalanya lebih ringan. Pasien yang terinfeksi varian ini umumnya pulih tanpa harus dirawat di rumah sakit. Tapi sekali lagi kita harus waspada, jangan jumawa dan jangan gegabah," terangnya lebih lanjut.

98 persen nihil gejala

Dalam kesempatan lainnya, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyampaikan hal senada. Menurutnya, 98 persen pasien COVID-19 varian Omicron bergejala ringan atau tidak bergejala sama sekali. Namun memang, penularannya jauh lebih cepat dibandingkan varian Corona lainnya.

"Kalau dari data kita melihat bahwa Omicron ini kan 98 persen tidak bergejala atau gejalanya sangat ringan dan risiko perawatan yang masuk rumah sakit itu hanya 25 persen dari kasus Delta. Jadi yang masuk rumah sakit itu sangat sedikit, lebih banyak yang tidak bergejala atau gejala sangat ringan," beber dr Nadia dalam webinar Vaksin Booster Hindari Gelombang Ketiga, Selasa (18/1).

"Tapi kalau Omicron ini sangat cepat menular, tiga kali lebih cepat menular. Kita lihat penambahan kasus positif sangat cepat per harinya," pungkasnya.

(vyp/up)