Rabu, 19 Jan 2022 14:29 WIB

WHO: Omicron Bukan Varian COVID-19 Terakhir, Vaksin Formula Baru Disiapkan

Firdaus Anwar - detikHealth
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Director General of the World Health Organization (WHO), talks to the media regarding the coronavirus and global health priorities in 2022, during a press conference, at WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Monday, Dec. 20, 2021. (Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP) Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP
Jakarta -

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan agar dunia tidak lengah hanya karena Omicron menimbulkan gejala lebih ringan dibanding varian sebelumnya. Bila virus dibiarkan bersirkulasi begitu saja maka varian baru akan terus bermunculan.

"Omicron mungkin lebih ringan, secara rata-rata, tetapi narasi yang menyebut ini adalah penyakit ringan menyesatkan. Merusak respons keseluruhan sehingga menelan lebih banyak nyawa," ungkap Tedros dalam temu media.

"Pandemi masih jauh dari berakhir. Dengan kecepatan penyebaran global Omicron yang luar biasa, varian baru kemungkinan besar akan muncul. Karena itu sangat penting untuk tetap melakukan pelacakan dan menilai kondisi situasi," lanjutnya seperti dikutip dari situs resmi WHO pada Rabu (19/1/2022).

Saat ini vaksin COVID-19 generasi baru sedang dipersiapkan. Vaksin ini berbeda dari vaksin-vaksin yang sudah disetujui tahun sebelumnya karena sudah disesuaikan untuk melawan berbagai varian COVID-19.

Tedros berpesan agar jangan terulang lagi ketimpangan suplai vaksin seperti di awal pandemi bila kemudian vaksin generasi baru ini sudah siap. Kala itu negara-negara kaya mengamankan sejumlah besar suplai vaksin COVID-19 membuat banyak populasi rentan di penjuru dunia tidak bisa mendapat perlindungan.

"Vaksin dengan formula baru sedang diteliti untuk menghadapi Omicron dan varian lainnya. Saya khawatir bila kita tidak mengubah model yang ada saat ini, kita akan menghadapi lagi ketimpangan suplai vaksin yang jauh lebih merusak," pungkas Tedros.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)