Kamis, 20 Jan 2022 05:00 WIB

Round Up

Kombinasi Vaksin Booster Kemenkes Tak Selengkap BPOM, Ternyata Ini Sebabnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
bpom x kemenkes Kenapa kombinasi vaksin booster Kemenkes tak selengkap BPOM RI? (Foto: diolah)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah memberikan izin darurat penggunaan 5 vaksin COVID-19 sebagai booster. Dari kelimanya, 3 bersifat homolog atau digunakan sebagai booster untuk vaksin primer sejenis, 1 bersifat heterolog atau diberikan untuk vaksin primer berbeda jenis, dan 1 bersifat homolog sekaligus heterolog.

Kelima vaksin yang sudah mendapat izin darurat atau emergency use authorisation (EUA) BPOM RI sebagai booster adalah:

  • CoronaVac dari Sinovac, sebagai booster homolog
  • Comirnaty dari Pfizer, sebagai booster homolog
  • Vaxzevria dan Kconecavac dari AstraZeneca, sebagai booster homolog
  • Moderna, sebagai booster homolog dan heterolog
  • Zifivax dari Anhui, sebagai booster heterolog
kombinasi vaksin booster covid-19 bpom ri 17 januariKombinasi vaksin booster COVID-19 BPOM RI Foto: Uyung/detikHealth

Meski demikian, Kementerian Kesehatan RI dalam Surat Edaran HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster) baru menetapkan 4 kombinasi booster dengan 3 jenis vaksin yang digunakan yakni Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna. Tak pelak, penerima vaksin primer Sinopharm yang dalam kombinasi BPOM RI seharusnya mendapat booster Zifivax, belum bisa menerima suntikan dosis ketiga.

Kenapa kombinasi booster Kemenkes tidak selengkap BPOM RI? Terkait hal ini, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi angkat bicara.

"Ini masih difinalkan kebijakannya ya," tutur dr Nadia saat dihubungi detikcom Rabu (19/1/2022).

"Sebenarnya Sinopharm bisa memilih kombinasi yang sudah dapat EUA BPOM (Zifivax)," sambung dia.

Menurut dr Nadia, Kemenkes RI baru menetapkan 4 kombinasi booster dengan pertimbangan bahwa salah satu syarat untuk menerimanya adalah sudah 6 bulan mendapatkan dosis lengkap vaksin primer. Dari yang sudah mendapat dosis lengkap, yang saat ini sudah lebih dari 6 bulan umumnya baru penerima vaksin Sinovac dan AstraZeneca.

Sementara itu, vaksin Sinopharm digunakan sebagai vaksin primer oleh warga negara asing (WNA) dan beberapa warga negara Indonesia (WNI) melalui skema vaksin mandiri atau vaksin gotong royong pada 18 Mei 2020.

Kepala BPOM Penny K Lukito dalam keterangan persnya menegaskan bahwa kombinasi vaksin booster yang ditetapkan Kemenkes sudah disetujui oleh BPOM.

"Penggunaan jenis vaksin di lapangan, dapat menyesuaikan berdasarkan pertimbangan ketersediaan, sepanjang masuk dalam persetujuan penggunaan yang telah diterbitkan oleh Badan POM," katanya.

4 Kombinasi vaksin booster COVID-19 dari Kemenkes RI4 Kombinasi vaksin booster COVID-19 dari Kemenkes RI Foto: infografis detikHealth


Simak Video "Efektivitas Booster Pfizer dan Moderna Nantinya akan Menurun "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)