Kamis, 20 Jan 2022 17:30 WIB

Waspada! Pakar Tegaskan Omicron Bukan Tanda Akhir Pandemi

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
covid-19 omicron variant vaccination concept Profesor menegaskan merebaknya Omicron bukan akhir dari pandemi COVID-19. Foto: Getty Images/iStockphoto/Teka77
Jakarta -

Puncak Omicron di beberapa negara mulai mereda, meski beberapa negara lain sedang berjuang melawan kenaikan kasus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, hanya karena varian Omicron mereda di beberapa negara bukan berarti pandemi akan berakhir.

Tak hanya itu, WHO juga bahkan memprediksi tingkat infeksi varian Omicron yang tinggi di seluruh dunia kemungkinan menyebabkan timbulnya varian baru.

"Kami mendapat kabar bahwa varian Omicron adalah varian terakhir, setelah ini akan berakhir (pandemi). Dan itu tidak terjadi karena virus ini berkembang pada tingkat yang sangat interns di seluruh dunia," kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis COVID-19 WHO, pada Selasa lalu di Jenewa, dikutip dari CNBC International, Rabu (19/1/2022).

Menurut laporan WHO yang dibeberkan Van Kerkhove, infeksi varian Omicron sudah meningkat 20 persen secara global selama seminggu terakhir dengan hampir 19 juta total kasus yang dilaporkan. Tetapi menurut Van Kerkhove, infeksi baru yang tidak dilaporkan akan menimbulkan jumlah kasus yang lebih tinggi.

Van Kerkhove meminta pemerintah di seluruh dunia untuk memperkuat kebijakan guna mengendalikan virus dan mencegah gelombang infeksi di masa depan ketika varian baru muncul. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk melonggarkan kebijakan terkait kesehatan masyarakat.

"Ini (varian Omicron) tidak akan menjadi varian terakhir yang menjadi perhatian," Van Kerkhove mengingatkan.

Varian Omicron Bukan Varian Terakhir

Selaras dengan ucapan Van Kerkhove, ahli epidemiologi penyakit menular di Universitas Boston Leonardo Martinez mengatakan, terdapat kemungkinan varian baru bisa menjadi lebih berat dan dikhawatirkan tidak ada vaksin yang efektif untuk melawannya.

"Semakin cepat Omicron menyebar, semakin banyak peluang untuk mutasi yang menyebabkan lebih banyak varian," ujar Leonardo Martinez dikutip dari The Hindustan Times, Rabu (19/1/2022).

Oleh karena itu, sangat mungkin varian Omicron bukanlah akhir dari pandemi COVID-19.



Simak Video "Malaysia Konfirmasi Kasus Varian Omicron, Masuk Sebelum Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)