Kamis, 20 Jan 2022 19:45 WIB

Cemas Lihat COVID-19 RI Naik Lagi? Begini Cara Mengatasinya Kata Psikolog

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Cara mengatasi cemas akibat COVID-19 RI naik lagi menurut psikolog. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia kini mengalami kenaikan kembali kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Meski menimbulkan gejala lebih ringan dibanding varian-varian Corona lainnya, varian Omicron diyakini berpotensi besar menimbulkan ledakan kasus COVID-19 akibat penularannya yang amat cepat.

Psikolog anak dan keluarga, Samanta Elsener, MPsi, menyebut penting untuk masyarakat mengingat dan memahami bahaya varian Omicron. Namun sayangnya, kondisi tersebut tak jarang membuat masyarakat panik sehingga mudah cemas dan rentan stres.

Mengatasi stres dan rasa cemas akibat merebaknya varian Omicron, Samanta menyarankan metode 'menulis'. Seperti apa?

"Ketika kita menulis, kita meresapinya ke dalam otak kita sehingga kita mendapat informasi baru dan itu menenangkan kita, melatih penghayatan kita. Contoh (tulisannya) itu 'varian Omicron berbahaya, dan saya mampu melalui ini'," ujarnya dalam webinar bertajuk 'PTM di Tengah Kasus Omicron yang Beranjak Naik, Bagaimana Orang Tua Menyikapinya', Kamis (20/1/2022).

"Afirmasi tapi 'two things are true'. Satu positif dan satu negatif kita kombinasikan. Jadi membuat diri kita menjadi realistis. Kita optimistis, tapi optimistisnya nggak lebay," lanjutnya.

Optimistis boleh, tapi realistis

Menurut Samanta, optimisme dalam menghadapi pandemi COVID-19 memang penting. Akan tetapi, penting juga untuk berpikir realistis. Walhasil ketika menulis, pastikan terdapat satu fakta yang sulit, juga satu fakta yang optimistis. Dengan begitu, masyarakat bisa menyeimbangkan realita kondisi pandemi COVID-19 yang sulit dengan kepercayaan bahwa dirinya akan baik-baik saja.

"(Menyebut) nggak mungkin ada Omicron, itu kan lebay. (Menyebut) nggak mungkin kita kena, itu juga lebay. (Yang benar) ada virus Omicron yang berbahaya, dan saya mampu melaluinya. Itu lebih optimistis dan realistis," pungkas Samanta.



Simak Video "Wanti-wanti Epidemiolog Terkait Kasus Covid-19 RI Ngegas Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)