ADVERTISEMENT

Kamis, 20 Jan 2022 17:00 WIB

Imun Infeksi COVID-19 Vs Vaksin, Lebih Tahan Mana? Begini Risetnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Riset perbandingan imunitas dari infeksi COVID-19 versus vaksin COVID-19. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut imunitas natural dari infeksi virus Corona terbukti memberikan perlindungan dari varian Delta. Namun dalam jangka panjang, peneliti meyakini, vaksinasi COVID-19 masih memberikan pertahanan terbaik dalam melawan virus Corona.

Data tersebut dikumpulkan sebelum suntikan vaksin COVID-19 booster diberikan secara meluas akibat maraknya varian Omicron. Walhasil peneliti mengingatkan, data perbandingan imunitas vaksin versus infeksi natural tersebut mungkin tidak sepenuhnya berlaku untuk varian Omicron.

"Temuan ini tidak dapat digeneralisasi untuk gelombang Omicron saat ini," kata dr Benjamin Silk, peneliti kesehatan masyarakat di CDC, dikutip dari The Straits Times, Kamis (20/1/2022).

Imunitas vaksin COVID-19 Vs infeksi natural, lebih kuat mana?

Pada akhir November, satu dari enam kematian di AS akibat COVID-19 terjadi di New York dan California. Para ilmuwan kemudian melakukan pengujian untuk mengukur tingkat perlindungan dari vaksin COVID-19 dan infeksi virus Corona.

Penelitian menemukan, orang yang tidak divaksinasi memiliki risiko terbesar bergejala berat jika terkena COVID-19. Akan tetapi, tingkat perlindungan baik dari vaksin atau infeksi natural tersebut berubah semenjak varian Delta merebak.

Pada penelitian 30 Mei 2021 ditemukan, orang yang sudah divaksinasi COVID-19 namun belum pernah terkena virus Corona memiliki risiko paling rendah mengalami gejala berat dan rawat inap akibat COVID-19.

Namun lebih lanjut pada 3 Oktober 2021, orang yang sudah divaksinasi dan sudah pernah terkena COVID-19 sebelumnya memiliki perlindungan terbaik dari varian Delta.

Lainnya, orang yang sudah divaksin namun belum terkena COVID-19 memiliki perlindungan lebih tinggi daripada orang yang sudah terkena COVID-19 namun belum divaksinasi COVID-19.

Menurut peneliti, perbedaan tingkat perlindungaan vaksin dengan infeksi natural bisa disebabkan berkurangnya kekebalan dari vaksin beberapa waktu setelah disuntikkan.

Meski kalah efektif mencegah paparan virus Corona, studi terbaru di Klnik Cleveland menunjukkan vaksin COVID-19 masih lebih efektif mencegah penyakit berat dalam jangka panjang pada pasien COVID-19, dibandingkan infeksi natural.

"Totalitas bukti menunjukkan bahwa vaksinasi dan bertahan dari COVID-19 memberikan perlindungan terhadap infeksi dan rawat inap," kata dr Eli Rosenberg, Wakil Direktur Sains di Departemen Kesehatan Negara Bagian New York.



Simak Video "China Setujui Vaksin Covid-19 Hirup, Cocok Buat yang Takut Suntik"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT