Beredar Foto Jenazah Kecelakaan Tronton Maut Balikpapan, Ini Saran Psikolog

ADVERTISEMENT

Beredar Foto Jenazah Kecelakaan Tronton Maut Balikpapan, Ini Saran Psikolog

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jumat, 21 Jan 2022 14:24 WIB
Illustrasi Pengguna HP
Saran psikolog untuk mengatasi trauma dan cemas pasca melihat video kecelakaan maut Balikpapan. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Dunia maya dikejutkan oleh kabar kecelakaan maut di turunan wilayah Muara Rapak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) yang menewaskan lima orang. Seiring ungkapan duka, ada juga yang menyebarluaskan video suasana lokasi kecelakaan hingga menunjukkan foto jenazah. Tak sedikit warganet mengaku takut, cemas, dan trauma pasca melihat gambar-gambar tersebut.

Kepada warganet yang merasa tak nyaman dengan video dan gambar yang tersebar di media sosial tersebut, psikolog menyarankan warganet untuk mengalihkan fokus pada hal lain dulu yang lebih menyenangkan.

Terlebih, tak tertutup kemungkinan, rasa tak nyaman pasca melihat gambar tersebut menimbulkan efek negatif lebih besar secara psikologis.

"Usahakan jangan membuka atau melihat walau penasaran. Jika terlanjur melihat maka bisa mengalihkan pada hal hal menyenangkan lain. Bayangkan hal hal yang membahagiakan," terang psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center pada detikcom, Jumat (21/1/2022).

"Jika dengan melihat menimbulkan efek negatif yang besar secara psikologis maka bisa meminta bantuan profesional seperti psikolog," sambungnya.

Rahma menjelaskan, tontonan suasana kecelakaan bisa memicu rasa cemas dan trauma, khususnya pada sebagian orang yang memiliki pengalaman serupa. Video yang tersebar di media sosial bisa mengingatkan kembali orang tersebut akan musibah yang mungkin pernah dialami dirinya atau keluarganya.

Walhasil, Rahma menyarankan masyarakat untuk tidak menyebarluaskan gambar-gambar jenazah dari kecelakaan tersebut.

"Walaupun tidak semua bisa terpicu rasa trauma dan cemasnya, tetap saja memviralkan foto foto seseorang tanpa izin, apalagi jika yang bersangkutan tidak setuju adalah bukan hal yang beradab," terang Rahma.



Simak Video "Kok Kamu Klepto Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT