ADVERTISEMENT

Minggu, 23 Jan 2022 15:00 WIB

5 Fakta 'Ibu Pengganti', Metode yang Dipakai Priyanka Chopra untuk Punya Bayi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
LOS ANGELES, CALIFORNIA - Priyanka Chopra dan Nick Jonas di Billboard Music Awards 2021 Priyanka Chopra dan Nick Jonas. (Foto: Getty Images via AFP/RICH FURY)
Jakarta -

Metode surrogate mother atau istilah lainnya 'ibu pengganti' mencuat usai pasangan artis Priyanka Chopra dan Nick Jonas mengumumkan kelahiran anak pertamanya dari hasil proses surogasi.

Metode ini memang belum banyak diketahui oleh orang awam dan tak semua negara mengizinkannya, termasuk Indonesia. Sebab, Majelis Ulama Indonesia (MUI) hanya mengeluarkan fatwa tentang bayi tabung yang boleh dilakukan, namun tidak dengan penyewaan rahim.

Nah, buat yang belum tahu, metode surrogate merupakan proses 'menitipkan' anak di dalam rahim wanita lain. Penitipan itu dilakukan dengan cara menyatukan sel sperma dan sel telur dari pasangan ke dalam rahim wanita lain. Itu mengapa proses ini disebut pula dengan ibu titipan.

Fakta 'Ibu Pengganti' atau Metode Surrogate

Setelah mengetahui artinya, tentunya kita perlu tahu juga fakta-fakta di balik metode surrogate atau ibu pengganti ini. Dikutip dari Rmanetwork, berikut lima fakta beserta penjelasannya:

1. Dua Jenis Metode Surrogate

Metode ibu pengganti ini memiliki dua jenis, yaitu tradisional surogasi (traditional surrogate) dan gestational surogasi (gestational surrogate).

Pertama, traditional surrogate adalah seorang wanita yang bersedia mengandung bayi yang nantinya akan menjadi anak dari pasangan lain. Wanita itu akan diinseminasi buatan dengan sperma dari calon ayah si bayi atau sperma donor.

Menurut Marie, D. Werner, M.D., dari Reproductive Medicine Associates of New Jersey, bayi yang terlahir nantinya akan memiliki hubungan genetik dengan ibu titipan. Sebab, sel telur dan rahim yang dipakai adalah milik ibu titipan.

Kedua, metode gestational surrogate atau ibu pengganti gestasional dilakukan dengan mengambil sel telur dari seorang ibu kemudian dibuahi oleh sperma dari ayah. Embrio yang telah dibuahi kemudian ditempatkan di rahim ibu pengganti sampai melahirkan.

Metode ini bisa menjadi pilihan untuk pasangan atau kedua orang tua si bayi yang tak ingin memiliki gen bawaan dari ibu pengganti.

2. Metode Surrogate Dilakukan untuk Alasan Medis

Werner mengatakan, metode ini hanya direkomendasikan untuk wanita yang memiliki gangguan medis, seperti bermasalah dengan rahimnya, kelainan rahim, ketidakmampuan biologis untuk mengandung anak, berisiko tinggi jika hamil, dan lainnya.

Bisa juga untuk pasangan gay (sesama jenis) yang ingin memiliki anak atau pasangan yang tak bisa mengadopsi anak karena usia atau status perkawinan.

3. Metode Surrogate Bisa Dilakukan oleh Teman, Keluarga, atau Orang Asing

Menurut Wenner, ada banyak pilihan bagi pasangan yang ingin melakukan metode surrogate, baik itu teman dekat, kerabat, dan keluarga. Bisa juga menggunakan jasa pelayanan surrogate untuk mencari orang yang bersedia melakukan metode ini.

4. Metode Surrogate Biasanya Dilakukan oleh Wanita yang Pernah Punya Bayi

Salah satu syarat utama bagi wanita yang ingin menjadi sukarelawan menjadi ibu pengganti adalah mereka yang telah memiliki bayi sebelumnya. Selain itu, kata Wenner, ibu pengganti harus berusia 21 tahun.

5. Metode Surrogate Memakan Biaya yang Sangat Mahal

Sebelum melakukan metode ini, masih ada syarat dan kriteria yang harus ditempuh oleh wanita yang akan menjadi ibu pengganti. Hal ini berguna untuk memastikan kalau sang ibu pengganti dengan pasangan yang akan menitipkannya cocok atau setuju.

Nah, proses-proses untuk memenuhi kriteria tersebut tentunya membutuhkan uang yang sangat banyak.

"Ada proses penyaringan terperinci untuk orang tua yang dituju dan pembawa kehamilan untuk memastikan kompatibilitas untuk semua pihak yang terlibat," kata Werner. "Ini mungkin termasuk penilaian psikososial dan skrining penyakit menular," lanjutnya.

Selain itu, jika memilih untuk menggunakan donor telur atau gestational surrogate, pasangan harus siap menambahkan uang sekitar $15.000 hingga $20.000 atau setara 250-an hingga 280-an juta jika dirupiahkan. Bahkan, masih ada lagi dengan biaya perawatan medis, agensi, asuransi pengganti, dan lainnya yang perlu dipersiapkan.

Itu mengapa pasangan yang ingin menggunakan metode Surrogate harus siap secara finansial.



Simak Video "Viral Fetish Foto KTP, Ini Tanggapan Dokter Spesialis Kejiwaan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT