ADVERTISEMENT

Senin, 24 Jan 2022 14:26 WIB

Matthew White Meninggal Usia 12, Ini Fakta Diabetes Anak yang Diidapnya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Matthew White Matthew White mengidap diabetes sebelum meninggal (Foto: Instagram @official.mattwhite)
Jakarta -

Inalillahi, Matthew White, seorang artis cilik meninggal dunia. Dikabarkan ia mengidap diabetes, penyakit yang bagi sebagian orang mungkin lebih dikenal sebagai penyakit orang dewasa.

Kabar kematian Matthew White diakui oleh pihak manajemen. Artis cilik itu berpulang saat dirawat di rumah sakit yang berada di Jakarta.

"Betul, semalam di salah satu rumah sakit di Jakarta," ujar pihak manajemen Matthew White, Oki Hartanto, kepada detikcom, Senin (24/1/2022).

Menurut Oki, Matthew White meninggal akibat penyakit diabetes dan bukan karena COVID-19. Penyakit tersebut pun telah diidapnya sejak lama. "Ada penyakit lama, diabetes. Jadi bukan karena COVID-19," kata Oki Hartanto.

Meskipun demikian, Oki pun tak menerangkan lebih lanjut terkait jenis diabetes apa yang diidap Matthew White.

Lantas, Apa Saja Jenis Diabetes Pada Anak?

Sebagaimana diketahui, diabetes tak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang anak-anak. Terdapat dua jenis diabetes yang bisa menyerang anak-anak dan remaja, yaitu diabetes tipe 1 dan 2. Umumnya, diabetes tipe 1 lebih sering diidap oleh anak-anak dan remaja daripada diabetes tipe 2. Dikutip dari Medical News Today, berikut informasinya:

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 pada anak-anak atau disebut diabetes juvenil, yaitu kondisi yang terjadi saat pankreas tidak mampu memproduksi insulin.

Tanpa insulin, gula dalam tubuh tak mampu melakukan perjalanan dari darah ke dalam sel. Hal inilah yang dapat menyebabkan gula darah di dalam tubuh meningkat pesat alias tinggi.

Diabetes Tipe 2

Dibandingkan diabetes tipe 1, tipe 2 ini lebih jarang dialami oleh anak-anak dan remaja. Kondisi ini terjadi akibat kerja insulin yang buruk sehingga memicu penumpukkan gula darah di dalam aliran darah.

Peluang terkena diabetes tipe 2 lebih rentan dialami oleh usia dewasa, namun tak menutup kemungkinan anak-anak juga bisa terkena akibat faktor obesitas.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), obesitas mempengaruhi sekitar 18,5 persen anak-anak dan remaja yang berusia 2-19 tahun di Amerika Serikat pada tahun 2015-2016.

Selain obesitas, diabetes tipe 2 juga bisa disebabkan akibat faktor genetik atau pola hidup yang tidak baik.

Gejala Diabetes pada Anak

Gejala diabetes pada anak tak ada perbedaannya dengan diabetes yang diidap oleh orang dewasa. Akan tetapi, diabetes tipe 1 dan 2 memiliki gejala yang berbeda.

Dikutip dari Medical News Today, diabetes tipe 1 pada anak cenderung berkembang pesat selama beberapa minggu. Sedangkan gejala diabetes tipe 2 berkembang lebih lambat dan mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Berikut gejala diabetes tipe 1 dan 2 pada anak:

Gejala Diabetes Tipe 1

  • Peningkatan rasa haus dan buang air kecil
  • Sering merasa kelaparan
  • Penurunan berat badan (gejala paling umum)
  • Kelelahan
  • Sering marah
  • Penglihatan kabur
  • Infeksi jamur (wanita)

Gejala Diabetes Tipe 2

  • Peningkatan volume buang air kecil, terutama pada malam hari
  • Peningkatan rasa haus
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Gatal di sekitar alat kelamin dan kemungkinan disertai infeksi jamur
  • Penyembuhan luka yang sangat lambat
  • Penglihatan kabur akibat kekeringan mata
  • Munculnya bercak gelap di kulit atau acanthosis nigricans

Pencegahan Diabetes Pada Anak

Hingga saat ini pengobatan atau pencegahan diabetes tipe 1 masih belum ditemukan. Sedangkan untuk pengidap diabetes tipe 2, bisa mencoba sejumlah pencegahan berikut:

1. Menjaga Berat Badan

Diabetes pada anak bisa disebabkan akibat kegemukan atau obesitas akibat meningkatnya kadar resistensi insulin di dalam tubuh. Oleh karena itu, salah satu cara mencegah diabetes tipe dua disarankan untuk menjaga berat badan.

2. Berolahraga

Diabetes tipe dua bisa dicegah dengan seringnya berolahraga. Cara ini sangat berguna untuk mengurangi resistensi insulin dan membantu mengelola tekanan darah di dalam tubuh.

3. Membatasi Makanan dan Minuman Manis

Kurangi mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang dapat menyebabkan gula darah tinggi, penambahan berat badan, dan bermasalah dengan fungsi insulin. Cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, serat, vitamin, dan tanpa lemak.

Jika anak terdiagnosis menderita diabetes tipe 1 ataupun 2, segera kunjungi dokter untuk ditangani lebih lanjut. Sebab, diabetes tak bisa ditangani secara lambat karena bisa memicu sejumlah komplikasi penyakit serius, seperti gagal ginjal, serangan jantung, stroke hingga menyebabkan kematian.



Simak Video "Kata Dokter Soal Pemanis Buatan untuk Pengidap Diabetes"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT