Senin, 24 Jan 2022 21:00 WIB

Omicron Bikin Saturasi Oksigen Drop, Bagaimana Jika Tak Ada Oximeter? Ini Tipsnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Woman hand introduced in a oximeter to check oxygen levels and pulse because Covid-19 pandemic Cara cek saturasi oksigen tanpa menggunakan oximeter. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Juanmonino)
Jakarta -

Indonesia melaporkan dua kasus fatalitas pertama Omicron per Sabtu (22/1/2022). Menurut keterangan Kementerian Kesehatan RI, dua pasien tersebut mengalami gejala berat dan saturasi oksigen rendah, meskipun belum masuk ruang ICU.

Pasien COVID-19 perlu waspada jika saturasi oksigen berada di bawah 93 persen. Lantas wajibkah sedia pulse oximeter untuk berjaga-jaga?

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi menekankan menghitung kadar saturasi oksigen juga bisa dengan menghitung napas.

"Kalau ada (pulse oximeter) baik, tetapi bisa juga dengan hitung napas," sebut dr Nadia saat dihubungi detikcom.

"Sesak itu bisa kita hitung, kalau kita nggak punya oximetry, kita bisa hitung. Dalam satu menit berapa kali napas kita, kita lakukan. Kalau lebih dari 24 kali dalam satu menit kita menarik napas, itu artinya kita dalam keadaan sesak," bebernya.

Lebih lanjut, dr Nadia menekankan bagi penerima vaksinasi lengkap umumnya gejala COVID-19 dilaporkan ringan bahkan tanpa gejala. Namun, kewaspadan tetap wajib ditingkatkan khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat komorbid.

Seperti diketahui, Omicron di Indonesia sudah menyentuh 1.626 kasus per Senin (24/1/2022). Meski masih didominasi laporan infeksi pelaku perjalanan luar negeri, angka transmisi lokal juga terus bertambah, kini melampaui 200 kasus.

Para ahli meyakini sebenarnya sudah terjadi penularan komunitas Omicron di masyarakat.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)