Selasa, 25 Jan 2022 09:01 WIB

Waspadai Nyeri Tenggorokan! 3 Kelompok Ini Paling Rentan 'Dihajar' Omicron

Vidya Pinandhita - detikHealth
Omicron Corona Virus Variant Tiga kelompok paling rentan jika terpapar varian Omicron menurut pakar. Foto: Getty Images/iStockphoto/MCCAIG
Jakarta -

COVID-19 RI melonjak kembali akibat merebaknya varian Omicron, varian Corona yang diketahui menular lebih cepat dibanding varian Delta. Di samping kabar bahwa gejala infeksi varian Omicron relatif lebih ringan dibanding varian Corona lain bahkan mirip dengan flu biasa, Kementerian Kesehatan baru-baru ini melaporkan kematian dua pasien Omicron di RI.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebut, kasus kematian tersebut dialami oleh orang yang belum divaksinasi COVID-19 dan memiliki komorbiditas yang tidak terkendali. PDPI kemudian menegaskan pentingnya percepatan perluasan vaksinasi COVID-19.

"Berkaca dari kasus meninggalnya belum divaksinasi, kedua sudah divaksin tapi ada komorbid. Segera jalani vaksinasi dan kalau ada komorbid atau lansia, gejala-gejala yang punya Omicron seperti nyeri tenggorokan segera periksakan diri," ujar Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat PDPI dr Erlina Burhan dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Perkembangan Terkini kasus COVID-19 varian Omicron', Senin (24/1/2022).

Tiga kelompok paling rentan

dr Erlina membenarkan, gejala varian Omicron memang cenderung lebih ringan dibanding varian Corona lainnya. Bahkan, sejumlah gejalanya sangat mirip dengan flu biasa. Namun ia menegaskan, Omicron adalah varian virus Corona yang bisa memicu perburukan kondisi fisik. Khususnya, pada tiga kelompok paling rentan yakni lansia, pengidap komorbid, dan anak-anak.

"Meski terkesan ringan, berbagai data menunjukkan gejala memerlukan perawatan seperti demam tinggi, napas berat, terutama pada tiga kelompok yaitu lansia, orang dengan komorbid, dan anak-anak. Apalagi kalau sudah lansia juga ada komorbid," terang dr Erlina.

"Jika ada yang mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau melakukan isolasi mandiri di rumah, memperketat protokol kesehatan, konsumsi vitamin, mencukup kebutuhan gizi, memperbanyak istirahat dan tidak menunda-nunda memeriksakan diri ke fasyankes terdekat," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PDPI, dr Agus Dwi Susanto menambahkan beberapa jenis penyakit kronik yang wajib diperhatikan oleh pasien COVID-19 yakni penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, tuberkulosis paru, dan asma.



Simak Video "Omicron Identik dengan Batuk Kering dan Kelelahan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)