Selasa, 25 Jan 2022 11:05 WIB

WHO Tegaskan Omicron Bukan Akhir Pandemi, Bakal Ada Varian Baru Lagi?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render WHO tegaskan merebaknya varian Omicron bukan akhir pandemi COVID-19. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan anggapan merebaknya varian Omicron sebagai akhir fase paling akut pandemi COVID-19 adalah hal berbahaya. Sebaliknya, WHO mendesak negara-negara untuk tetap fokus mengatasi pandemi.

Alih-alih optimistis bahwa varian Omicron menjadi varian Corona terakhir, WHO justru menyebut merebaknya varian Omicron kini merupakan peluang munculnya varian-varian Corona baru.

"Berbahaya jika kita berasumsi bahwa Omicron akan menjadi varian terakhir dan bahwa kita berada di akhir permainan (end game)," tegas Kepala WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Reuters, Selasa (25/1/2022).

"Sebaliknya, secara global kondisinya ideal untuk lebih banyak varian yang muncul," sambungnya.

Hal tersebut disampaikan Tedros dalam pertemuan dewan eksekutif WHO tentang pandemi COVID-19 yang dalam dua tahun ini sudah menewaskan hampir sebanyak 6 juta orang.

Diketahui, varian Omicron telah menimbulkan lonjakan kasus hingga hampir 350 juta kasus. Lantaran gejala dan tingkat keparahannya cenderung lebih rendah dibanding varian Corona lainnya, disertai persentase cakupan vaksinasi COVID-19 yang sudah tinggi, sejumlah negara optimistis fase terburuk pandemi COVID-19 sudah berlalu.

Menanggapi kondisi tersebut, Tedros mendesak negara-negara untuk tetap disiplin mengatasi pandemi COVID-19. Terlebih mengingat, kini dunia memasuki tahun ketiga semenjak COVID-19 merebak.

"Pandemi COVID-19 sekarang memasuki tahun ketiga dan kita berada pada titik kritis," kata Dr Tedros dalam konferensi pers sebelumnya.

"Kita harus bekerja sama untuk mengakhiri fase akut pandemi ini. Kita tidak bisa membiarkannya terus berlarut-larut, bergerak di antara kepanikan dan kelalaian," pungkasnya.



Simak Video "Malaysia Konfirmasi Kasus Varian Omicron, Masuk Sebelum Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)