Selasa, 25 Jan 2022 16:24 WIB

Beda dengan Henti Jantung, Ini Faktor Pemicu Serangan Jantung

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
ilustrasi sakit jantung Beda serangan jantung dan henti jantung. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Maura Magnalia Madyaratri, putri sulung Nurul Arifin meninggal dunia hari ini, Selasa (25/01/2022). Dikabarkan Maura meninggal akibat penyakit jantung.

Hal tersebut pun diungkapkan langsung oleh Nurul Arifin saat dihubungi oleh detikcom. "Iya betul (meninggal dunia). Baru tadi malam, dia sih jam 02.00 WIB," kata Nurul Arifin menangis.

Suami Nurul Arifin, Mayong Suryolaksono menyatakan bahwa putri sulungnya meninggal akibat henti jantung.

"Dia kalau penyebab sakitnya kan henti jantung, terus tadi kami bawa ke rumah sakit pukul 05.00 WIB pagi, dinyatakan meninggal 05.37 WIB. Jadi ada waktu 37 menit. Dari rumah sudah lemas dan dingin. Karena memang kondisinya lagi drop, dia tidak tidur lagi ngurusi wisudanya bulan depan, dia akan wisuda dari Sidney University, dia baru selesai S2. Wisudanya masih belum tahu boleh atau tidak pergi Australia karena lagi lockdown," jelas dia.

Dikutip dari Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Menular Amerika Serikat (CDC), penyakit jantung umumnya disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti pola hidup yang tidak baik, riwayat keluarga, dan beberapa kondisi kesehatan.

"Sekitar setengah dari semua orang Amerika (47 persen) memiliki setidaknya 1 dari 3 faktor risiko utama penyakit jantung, yaitu tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan merokok," kata CDC.

CDC juga menyebut bahwa faktor risiko penyakit jantung tak dapat dikontrol apabila disebabkan dari faktor usia atau riwayat keluarga.

Sementara itu, ada juga faktor lain yang bisa memicu penyakit jantung atau serangan jantung. Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut informasinya:

  • Faktor usia
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Obesitas
  • Stres

Adapun faktor risiko henti jantung adalah adanya kelainan atau gangguan sinyal elektrik ke jantung secara tiba-tiba. Masalah sistem kelistrikan jantung ini disebut aritmia, yakni ketika irama detak jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tak beraturan.

Dikutip dari Primaya Hospital, jenis aritmia yang paling sering menyebabkan henti jantung adalah fibrilasi ventrikel, yaitu saat irama detak jantung tak beraturan. Serangan jantung yang terjadi berulang kali hingga memicu luka pada jaringan jantung bisa memicu masalah kelistrikan hingga menyebabkan henti jantung.

Sampai saat ini masih tidak diketahui secara pasti faktor pemicu putri sulung Nurul Arifin, Maura Magnalia Madyaratri, terkena penyakit jantung.



Simak Video "Menilik Studi soal Trombosis Pasien Covid-19 yang Picu Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)