Selasa, 25 Jan 2022 17:00 WIB

Ada Juga di Tangsel hingga Bandung, Ini Sebaran Transmisi Lokal Omicron di RI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus Omicron di Jawa Timur jumlahnya terus bertambah. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Jawa Timur, total kasus omicron di Jatim sebanyak delapan orang. Sebaran Omicron di Indonesia, terkait kasus transmisi lokal. (Foto: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Data New All Record Kementerian Kesehatan hingga 22 Januari mencatat peningkatan kasus COVID-19 signifikan dalam empat pekan terakhir. Angka kasus harian mulai didominasi transmisi lokal, tidak lagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Dalam waktu yang sama, 90,1 persen kasus konfirmasi nasional disumbang transmisi lokal. Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia Pandu Riono mengingatkan masyarakat untuk segera divaksinasi booster, jika sudah mendapat vaksinasi lengkap lebih dari enam bulan.

Ia memprediksi varian Delta akan segera tersingkirkan, digantikan varian Omicron.

"Kini kasus omikron sudah mendominasi, Delta akan tersingkir pada populasi virus SARS CoV 2 yang beredar mengindikasikan penduduk. Bagaimana prediksinya di Indonesia? Sudah pasti meningkat, salah satu faktor yang bantu perluasan ialah liburan tahun baru imlek," beber dia, dalam Twitter pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Selasa (25/1/2022).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut Omicron di Indonesia sudah menyentuh 1.626 kasus. Ada 20 pasien di antaranya yang membutuhkan perawatan dengan tambahan oksigen.

Sementara pasien Omicron non PPLN menurut data yang dihimpun Kemenkes RI per 23 Januari adalah seperti berikut:

1. DKI: 319 kasus

2. Kota Tangerang Selatan: 8 kasus
3. Kota Tangerang: 5 kasus
4. Kota Surabaya: 6 kasus
5. Kab Malang: 1 kasus
6. Kota Malang: 1 kasus
7. Kab. Madiun: 1 kasus
8. Kab. Bandung: 5 kasus
9. Kota Bandung: 5 kasus
10. Karawang: 3 kasus
11. Bandung Barat: 1 kasus
12. Kota Depok: 1 kasus
13. Kab. Bogor: 1 kasus
14. Kab. Talakar: 1 kasus
15. Kota Mataram: 1 kasus
16. Sumbawa: 1 kasus
17. Kota Semarang: 6 kasus
18. Cilacap: 1 kasus
19. Pekalongan: 1 kasus
20. Sukoharjo: 1 kasus



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)