Selasa, 25 Jan 2022 19:17 WIB

Komnas KIPI Ungkap Efek Samping Vaksin Sinovac pada Anak, Ini Temuannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak di Semarang digelar di kapal perang KRI Surabaya 591. Di sana anak-anak bisa melihat beragam alutsista yang dipajang. KIPI vaksin Sinovac pada anak (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta -

Efek samping vaksin Sinovac pada anak disebut lebih ringan daripada dewasa. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof Hindra Irawan Satari.

Secara umum, hasil uji klinis menunjukkan tidak ada efek yang serius dari penyuntikan vaksinasi COVID-19. Kalaupun ada KIPI sifatnya cenderung ringan dan mudah diatasi.

"Dari uji klinis fase 1 dan 2 vaksin Sinovac yang telah kami lakukan pada anak dan remaja usia 3-17 tahun menunjukkan bahwa reaksi yang dialami cenderung ringan, mayoritas mengalami nyeri lokal, diikuti demam dan batuk," beber Hindra dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Selasa (25/1/2022).

Berbagai reaksi yang timbul pasca pemberian vaksinasi disebut bentuk respons tubuh terhadap vaksin yang disuntikkan. Hanya saja ada derajat efek samping dari vaksinasi yang perlu diperhatikan.

KIPI memiliki reaksi yang berbeda-beda pada setiap orang, ada yang bereaksi ringan hingga berat. Pada reaksi ringan, Prof Hindra menyarankan agar segera beristirahat pasca vaksinasi. Apabila muncul demam, dianjurkan segera minum obat sesuai dosis dan cukup minum air putih.

Apabila terjadi demam setelah 48 jam penyuntikan vaksinasi, anak harus segera isolasi mandiri dan melakukan tes COVID-19. Jika keluhan tidak berkurang, bisa menghubungi nomor kontak petugas kesehatan yang tertera di kartu vaksinasi atau fasyankes terdekat.

Menanggapi tudingan bahwa KIPI pada anak lebih tinggi, Prof Hindra memaparkan detail temuan KIPI di berbagai usia. Berikut ini datanya:

  • Usia 31-45 tahun: 122 kasus
  • Usia 18-30 tahun: 97 kasus
  • Usia 59 tahun ke atas: 77 kasus
  • Usia 46-59 tahun: 68 kasus
  • Usia 12-17 tahun: 19 kasus
  • Usia 6-11 tahun: 1 kasus


Simak Video "Kemenkes Bolehkan Vaksin Sinovac Jadi Pilihan Booster Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)