Selasa, 25 Jan 2022 20:16 WIB

Efek Vaksin Ke-3 COVID-19, dari Sinovac, Pfizer, hingga Moderna

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Efek samping vaksin ke-3 (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Efek vaksin ke-3 atau efek samping usai mendapatkan vaksin booster yang dirasakan setiap orang bisa berbeda-beda. Sebagian ada yang mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri di tempat suntikan.

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa vaksin booster atau vaksin dosis ketiga ini diberikan untuk seluruh masyarakat Indonesia secara gratis. Tetapi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti:

  • Usia di atas 18 tahun
  • Sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap (dosis satu dan dua)
  • Dosis vaksin COVID-19 kedua sudah diterima lebih dari 6 bulan

Diperuntukkan juga untuk kelompok prioritas, seperti lansia dan penderita masalah kekebalan tubuh atau imunokompromais

Efek Vaksin ke-3 COVID-19

Di Indonesia, ada beberapa jenis vaksin yang digunakan untuk program booster ini. Jenis vaksin COVID-19 yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, yaitu:

  • CoronaVac buatan Sinovac
  • Vaksin Comirnaty buatan Pfizer
  • Vaksin Zivifax buatan Anhui
  • Moderna
  • AstraZeneca

Namun, perlu diketahui masing-masih vaksin ini memiliki efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berbeda. Biasanya, efek vaksin ke-3 ini bisa bertahan beberapa hari hingga akhirnya akan menghilang dengan sendirinya.

Berikut efek vaksin ke-3 atau booster COVID-19:

Efek Vaksin ke-3 CoronaVac

Menurut BPOM, efek vaksin ke-3 COVID-19 yang diproduksi oleh Sinovac ini bersifat ringan-sedang. Beberapa efek vaksin booster ke-3 antara lain:

  • Reaksi lokal seperti nyeri di tempat suntikan
  • Kemerahan
  • Umumnya tingkat keparahan grade 1-2

Efek Vaksin ke-3 Pfizer

Efek vaksin ke-3 yang muncul usai divaksinasi Pfizer juga tidak jauh berbeda dengan vaksin COVID-19 lainnya. Beberapa efek vaksin booster ke-3 Pfizer antara lain:

  • Nyeri ditempat suntikan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Demam

Efek vaksin ke-3 AstraZeneca

Berdasarkan data keamanan dari vaksin AstraZeneca ini bisa ditoleransi dengan baik oleh si penerima. Efek vaksin ke-3 AstraZeneca ini bersifat ringan 55 persen dan sedang 37 persen.

Beberapa efek vaksin booster ke-3 AstraZeneca yaitu:

  • Nyeri di area suntikan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Myalgia
  • Malaise
  • Demam
  • Tubuh Menggigil
  • Mual
  • Artralgia (nyeri atau sakit pada sendi)

Terkait efek vaksin ke-3 Moderna dan Zifivax, masih belum dirinci lebih lanjut oleh BPOM. BPOM membeberkan bahwa vaksin Moderna memiliki respons imun antibodi netralisasi sebesar 13 kali, usai pemberian dosis booster.

Sementar Zifivax disebut bisa meningkatkan kemampuan antibodi netralisasi lebih dari 30 kali pada subjek yang telah mendapatkan dosis primer Sinovac atau Sinopharm.



Simak Video "Penjelasan Bio Farma soal Uji Efikasi Vaksin Sinovac untuk Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)