Kamis, 27 Jan 2022 08:53 WIB

Lanjut Sekolah Tatap Muka di Tengah Lonjakan Omicron, Setuju?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sekolah di Jakarta menggelar tatap muka terbatas hari ini. Kapasitas ruang kelas bisa terisi 100 persen dengan durasi belajar 6 jam. PTM 100 persen di sejumlah sekolah tetap berlangsung di tengah lonjakan kasus COVID-19 RI akibat Omicron. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Seiring lonjakan kasus COVID-19 RI akibat varian Omicron, pemerintah memutuskan untuk tetap melanjutkan pembelajaran tatap muka (PTM). Sejumlah sekolah hingga saat ini juga masih menjalankan PTM meski bikin cemas para orang tua.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut pihaknya tidak berencana menyetop skema sekolah tatap muka yang sudah berlangsung sejak Senin (3/1/2022).

"Sampai hari ini pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan, kalau ada hal-hal luar biasa akan diambil keputusan tersendiri. Kita tidak ada rencana untuk menghentikan sekolah tatap muka," ungkap Luhut dalam konferensi pers virtual terkait Hasil Rapat Terbatas 'Evaluasi PPKM', Senin (24/1).

Dalam kesempatan lainnya, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek RI, Dra Sri Wahyuningsih, MPd, menegaskan urgensi dilaksanakannya PTM. Menurutnya, PTM adalah kunci untuk memperbaiki sederet masalah akibat terlalu lama PJJ.

Akan tetapi, PTM tak boleh dilaksanakan sembarangan. Selain aktivitas belajar-mengajar dilakukan terbatas, tenaga pendidik dan siswa wajib menjalani protokol kesehatan sembari vaksinasi COVID-19 terus diupayakan.

"PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) terlalu lama telah menimbulkan berbagai persoalan pendidikan. Salah satunya adalah ketinggalan kualitas atau pencapaian pembelajaran. Selain itu, sosial yang tidak terbangun ketika anak-anak belajar di rumah menyebabkan kemunduran," terang Sri dalam webinar bertajuk 'PTM di Tengah Kasus Omicron yang Beranjak Naik, Bagaimana Orang Tua Menyikapinya', Kamis (20/1).

"Masih ada catatan terbatas dilakukan 100 persen. Pelaksanaannya setiap hari, kemudian jam durasi belajarnya enam jam tetapi kantin belum boleh dibuka dulu. Kenapa? Karena dari sisi pemenuhan vaksin orangtua masyarakat sudah 80 persen wilayahnya ada di level 1 dan 2," sambungnya.

Sejumlah pakar epidemiologi menegaskan hal berbeda. Was-was risiko COVID-19 RI meledak lagi, mereka menyarankan penghentian PTM 100 persen. Simak di halaman selanjutnya.

Peringatan para pakar bisa disimak di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2