Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Profesor Zubairi Djoerba, mengingatkan pemerintah atas risiko aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah lonjakan kasus virus corona (COVID-19).
Prof Zubairi menyebut positivity rate alias rasio kasus positif COVID-19 di Indonesia semakin meningkat terutama dampak penyebaran varian Omicron yang sudah mencatatkan ribuan kasus.
"Untuk sekian kali. Tolong pertimbangkan pelaksanaan PTM 100 persen. Positivity rate Indonesia sudah mencapai 12 persen," kata Zubairi melalui cuitan di akun twitter pribadinya @ProfesorZubairi, Jumat (28/1/2022).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya mengingatkan pemerintah terkait PTM di tengah lonjakan kasus COVID-19, Prof Zubairi juga menyebutkan bahwa kasus baru COVID-19 mingguan juga meningkat.
"Bahkan peringkat jumlah kasus baru mingguan kita sudah mengalahkan Afrika Selatan dan mendekati Malaysia di Worldometers. Terapkan model sekolah virtual-untuk sementara," tambahnya.
Tambahan informasi, berikut riwayat kasus COVID-19 dalam sepekan:
28 Januari 9.905 kasus COVID-19
27 Januari 8.077 kasus COVID-19
26 Januari 7.010 kasus COVID-19
25 Januari 4.878 kasus COVID-19
24 Januari 2.927 kasus COVID-19
23 Januari 2.925 kasus COVID-19
22 Januari 3.205 kasus COVID-19
Pemerintah memastikan PTM terbatas di sekolah akan tetap berlanjut, meski penyebaran varian Omicron melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah menilai belum ada kejadian luar biasa dalam penyebaran varian Omicron.
(ayd/fds)











































