Senin, 31 Jan 2022 15:40 WIB

Menkes: Mayoritas Pasien COVID-19 Meninggal-Gejala Berat Belum Vaksin Lengkap

Vidya Pinandhita - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Menkes menyebut mayoritas pasien COVID-19 bergejala berat di RI belum divaksinasi COVID-19 dosis lengkap. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Seiring lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia kini terkait penyebaran varian Omicron, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut mayoritas pasien COVID-19 bergejala sedang hingga berat di rumah sakit RI kini dalam kondisi belum menerima dosis lengkap vaksin COVID19.

Maka dari itu, Menkes menegaskan pentingnya percepatan program vaksinasi dengan prioritas sasaran kelompok rentan yakni lansia dan anak-anak.

"Percepat vaksinasi, terutama untuk lansia dan anak-anak. Lindungi mereka, kewajiban kita untuk melindungi orang yang belum divaksinasi agar segera divaksinasi, terutama dan anak-anak," ujarnya dalam konferensi pers terkait Hasil Ratas Evaluasi PPKM, Senin (31/1/2022).

"Karena 60 persen yang meninggal itu belum vaksin lengkap dan 63 persen yang masuk (rumah sakit) bergejala sedang, berat, dan membutuhkan oksigen itu belum divaksinasi lengkap," sambungnya.

Di samping itu, Menkes menyebut obat-obatan kini sudah tersedia lengkap. Pasien COVID-19 yang tidak mengalami gejala cukup mengonsumsi vitamin, sementara pasien dengan gejala bisa mengkonsumsi obat anti panas atau membeli obat antivirus lewat telemedicine.

"Kalau terkena OTG (orang tanpa gejala) dengan saturasi di atas 95 persen tinggal di rumah biar rumah sakit diisi orang-orang yang memang membutuhkan oksigen (bergejala) sedang, berat, dan kritis, atau orang-orang khusus komorbid, lansia, atau belum divaksinasi," pungkas Menkes.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)