Menkes Sampaikan 'Kabar Baik' Soal Omicron, Tapi Ingatkan Jangan Jumawa

ADVERTISEMENT

Round Up

Menkes Sampaikan 'Kabar Baik' Soal Omicron, Tapi Ingatkan Jangan Jumawa

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 01 Feb 2022 06:49 WIB
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen.
Virus Corona COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Di tengah ancaman gelombang Omicron yang diperkirakan mencapai puncaknya akhir Februari, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kabar yang menenangkan. Di antara kasus Omicron yang sudah terkonfirmasi, sebagian besar bergejala ringan.

"Yang kasusnya berat, sedang kritis, membutuhkan oksigen itu sekitar 8 persen-an," ungkap Menkes Budi dalam konferensi pers perkembangan PPKM, Senin (31/1/2022).

Selain itu, angka kesembuhan pada varian Omicron cenderung lebih tinggi dibanding pada varian Delta. Oleh karenanya, pemerintah mengubah kebijakan bagi pasien bergejala ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan peningkatan kasus COVID-19 belakangan ini terjadi karena kapasites testing yang memang meningkat. Kenaikan positivity rate justru membuktikan kemampuan deteksi yang baik.

"Peningkatan kuota testing dan tracing ini merupakan bentuk dari upaya deteksi dini dalam mencegah perluasan penularan, serta mencegah munculnya klaster sebaran yang baru. Ini juga merupakan usaha untuk mendeteksi lebih awal gejala COVID-19 yang diderita oleh tiap-tiap individu," terang dr Nadia.

"Hal ini penting untuk mencegah keterlambatan penanganan kasus mengingat varian Omicron yang memiliki persebaran lebih cepat namun cenderung tidak bergejala," katanya.

Meski demikian, antisipasi tetap dilakukan. Pemerintah menyampaikan total ketersediaan tempat tidur perawatan COVID-19 saat ini berjumlah 78.825 dan masih bisa ditingkatkan menjadi 156.847 tempat tidur. Di Jakarta sendiri, BOR di 196 rumah sakit ada di angka 6.496 dari 13.777 kapasitas yang tersedia.

"Dalam kondisi yang dibutuhkan, BOR di Jakarta dapat dikondisikan hingga mencapai 21.000. Jadi, tidak perlu terlalu khawatir, kapasitasnya masih cukup banyak," kata dr Nadia.

Menkes berpesan untuk tidak jumawa. Selengkapnya di halaman berikut.

Simak Video 'Jangan Kaget! Kasus Omicron Global Meningkat 2-3 Kali Lipat dari Delta':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT