Rabu, 02 Feb 2022 21:15 WIB

Jangan Sepelekan! Pusing dan Sakit Kepala Seperti Ini Bisa Jadi Gejala Omicron

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Asian girl with surgical mask felling dizziness Pusing dan sakit kepala bisa jadi gejala COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/TAO EDGE)
Jakarta -

Kasus virus Corona varian Omicron telah menyebar begitu cepat sehingga menyebabkan lonjakan kasus di berbagai belahan dunia. Dibandingkan dengan varian Delta, Omicron disebut menimbulkan gejala yang lebih ringan sehingga banyak orang menganggap sepele gejala awal infeks varian baru inii.

Dikutip dari Best Life, Rabu (2/2/2022), pusing atau sakit kepala ringan merupakan gejala awal infeksi varian Omicron yang kerap diabaikan para pasien.

"Kami ingin menekankan bahwa pusing tidak boleh dianggap enteng karena telah terbukti menjadi manifestasi klinis yang menonjol di antara para pasien COVID-19," tulis laporan pada artikel yang diterbitkan U.S National Library of Medicine National Institutes of Health.

"Sangat penting bagi para dokter untuk tetap waspada, terutama ketika menangani gejala non-spesifik seperti pusing karena sangat mudah terabaikan."

Gejala Omicron Seperti Pusing Vertigo

Menurut National Health Service (NHS) Inggris, pusing yang disebabkan COVID-19 varian Omicron digambarkan seperti pusing saat mengalami vertigo atau bisa juga merasakan pusing seperti ingin pingsan.

"Merasakan pusing seperti berputar atau merasa seperti sedang mengalami vertigo," tulis keterangan pihak NHS.

Pihak NHS mengatakan, pasien Omicron mungkin juga bisa merasakan kehilangan keseimbangan. Kondisi tersebut bisa terjadi selama masa infeksi COVID-19, masa pemulihan, atau sebagai bagian dari gejala long COVID.

Hubungan COVID-19 Omicron dengan Pusing

Para ahli menjelaskan, COVID-19 dapat menyebabkan peradangan pada sinus dan telinga bagian dalam. Kondisi ini tentu dapat mempengaruhi sistem vestibular tubuh, yang digunakan otak untuk mengatur keseimbangan.

"Jika infeksi telinga berkembang atau saluran Eustachius yang menghubungkan telinga dengan bagian belakang tenggorokan tersumbat, kondisi itu bisa menyebabkan pusing," terang Christine Greiss, MD, director of the Concussion Program at the JFK Johnson Rehabilitation Institute.

NHS menyarankan bagi seseorang yang terinfeksi Omicron dan mengalami gejala pusing, agar bergerak perlahan ketika ingin berpindah posisi dari berbaring ke duduk, kemudian duduk ke berdiri. Ambil waktu sekitar satu atau dua menit sebelum mencoba bangun atau berdiri.

Jika kondisi pusing yang dirasakan tidak kunjung membaik bahkan bisa hingga pingsan atau terjatuh, merasakan telinga berdenging, atau kehilangan indra pendengaran, harus segera membuat janji dengan dokter spesialis yang bersangkutan.

Gejala Pusing pada Pasien yang Sudah Divaksin

Menurut Maya N. Clark-Cutia, PhD, profesor di New York University Meyers College of Nursing, pasien yang sudah divaksin dan terinfeksi Omicron, cenderung lebih sering mengeluhkan sakit kepala, nyeri tubuh, dan demam.

Sementara gejala seperti sesak napas, batuk, dan gejala flu lainnya, biasanya menyerang orang-orang yang tidak divaksin.



Simak Video "Omicron Identik dengan Batuk Kering dan Kelelahan"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)