Angin Segar, Pakar Yakin Tak Ada Lonjakan COVID-19 saat Lebaran

ADVERTISEMENT

Angin Segar, Pakar Yakin Tak Ada Lonjakan COVID-19 saat Lebaran

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 09 Feb 2022 06:30 WIB
Pemerintah menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron baru. Peningkatan kasus Omicron disebut lebih cepat berkembang ketimbang COVID-19 varian Delta.
Pakar yakin tak ada lonjakan COVID-19 saat Lebaran. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Tak sedikit yang menduga lonjakan kasus COVID-19 adalah suatu kesengajaan, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri. Beberapa masyarakat khawatir kenaikan kasus COVID-19 berimbas pada pelarangan mudik di periode Lebaran, sehingga tren Corona sengaja dibuat melonjak.

Dugaan tersebut ditepis pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman. Tren kasus Corona yang dinilai seperti 'siklus berulang' dan terjadi setelah periode Natal dan Tahun Baru, murni karena sejumlah faktor.

"Dalam setiap lonjakan, gelombang itu ya sebetulnya sesuai hukum bologi, kalau ada keramaian sebelumnya, mobilitas tinggi, ya dia menjadi salah satu pemicu satu varian menjadi menyebar dengan mudah," tegas Dicky kepada detikcom, Selasa (8/2/2022).

"Tidak hanya mau lebaran, orang di negara-negara Amerika setelah mau Natal dia memang begitu (ada lonjakan kasus). Jadi bukan karena mau Natal, terus (dilonjakin kasusnya), tapi karena sebelumnya dia ada thanksgiving, pergerakan orang banyak banget. Nah jadi itu hukum biologi, kita selalu menjelang Lebaran itu iya kan ada Nataru, kalau Nataru-nya nggak kemana-mana ya beda gitu, tapi karena begitu, siklusnya terkesannya begitu padahal nggak," lanjutnya.

Bahkan, Dicky memprediksi kemungkinan lonjakan kasus terjadi di periode Lebaran sangat kecil. Rentang waktu puncak kasus COVID-19 dengan Hari Raya Idul Fitri relatif jauh.

Ia malah melihat risiko lonjakan kasus terjadi setelah periode Lebaran, meskipun angkanya dinilai tak akan melambung tinggi lantaran sudah banyak yang divaksinasi booster.

"Tapi masalahnya kalau untuk Lebaran tahun ini, kecenderungannya relatif lebih mengecil adanya potensi buruk, karena ini sekarang kita sudah mau puncak misalnya akhir Februari, orang vaksinasinya sudah dikejar dengan syarat ya vaksinasi dua dosis dan boosternya sudah dikejar," sambung Dicky.

"Bahkan mungkin dalam kasus Omicron sebagian yang belum divaksin ini keburu terinfeksi jadi relatif kecil ada potensi lonjakan di Lebaran tahun ini," pungkas dia.



Simak Video "99% Warga RI Kebal Covid-19, Kemenkes: Kuncinya Kelengkapan Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT