Kena Omicron Gejala Ringan? Deretan 'Obat Warung' Ini Bisa untuk Bekal Isoman

ADVERTISEMENT

Round Up

Kena Omicron Gejala Ringan? Deretan 'Obat Warung' Ini Bisa untuk Bekal Isoman

Khadijah Nur Azizah, Ayunda Septiani - detikHealth
Kamis, 10 Feb 2022 05:16 WIB
Tingginya kasus Corona (COVID-19) di Indonesia membuat permintaan obat-obatan dan vitamin meningkat. Warga rela antre ke apotek demi membeli kebutuhan.
Isoman COVID-19, bolehkan minum obat warung? (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Keluhan ringan akibat COVID-19 varian Omicron bisa lho, diatasi dengan 'obat warung'. Asal sesuai dosis, aturan, dan petunjuknya, kelompok obat bebas aman-aman saja untuk diminum.

Istilah 'obat warung' bagi kalangan awam merujuk pada kelompok obat bebas dan bebas terbatas, yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Obat ini bisa dibeli di apotek maupun toko obat, meski kadang-kadang ada juga di toko kelontong.

Kelompok obat bebas ditandai dengan lingkaran berwarna hijau, sedangkan obat bebas terbatas ditandai dengan lingkaran berhwarna biru.

Apa saja yang termasuk obat warung?

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Dr Apt Zullies Ikawati menjelaskan ada beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengatsi keluhan ringan sehari-hari yang termasuk golongan obat bebas.

1. Semua obat 'flu'

Obat-obat untuk mengatasi keluhan mirip flu seperti bersin, hidung meler dan tersumbat, serta batuk-batuk, mudah ditemukan di toko obat dan bahkan minimarket. Asal digunakan sesuai aturan dan dosis yang dianjurkan, kelompok obat ini boleh diminum saat isoman COVID-19.

"Semua obat flu (common cold) adalah obat bebas terbatas yang bisa digunakan untuk mengatasi gejala COVID-19," terang Prof Zullies kepada detikcom.

2. Obat batuk

Ada berbagai jenis obat batuk, seperti antitusif untuk meredakan batuk dan ekspektoran untuk mengencerkan dahak. Meski cara kerjanya berbeda, orang awam mengenalnya sebagai golongan 'obat batuk'. Jenisnya pun bermacam-macam, sebagian di antaranya termasuk kelompok obat bebas.

"Untuk obat mengatasi COVID-19 kita bisa lihat dari gejalanya. Omicron ini disebut-sebut lebih ringan mirip dengan flu. Ada batuk, pilek, jadi kalau batuk bisa pakai obat batuk," kata Prof Zullies.

3. Obat demam

Paracetamol atau parasetamol merupakan pereda demam dan nyeri yang cukup populer selama pandemi COVID-19. Jenis obat ini juga banyak tersedia di warung-warung, dan aman dikonsumsi sesuai aturan. Demam akibat KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) setelah vaksinasi juga bisa diatasi dengan obat ini.

5. Vitamin

Umumnya, vitamin merupakan golongan obat bebas. Pengecualian berlaku untuk vitamin dosis tinggi seperti Vitamin D di atas 1.000 IU (international Unit) dan juga vitamin dalam bentuk injeksi atau suntikan. Saat isoman, vitamin membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Sebaiknya beli di apotek dan toko obat

Meski tersedia di warung-warung dan minimarket, obat bebas alias 'obat warung' sebaiknya dibeli di apotek atau toko obat. Menurut Prof ullies, di tempat-tempat tersebut ada apoteker dan asisten apoteker yang lebih bisa menjelaskan informasi terkait pemakaian obat.

"Untuk aturannya, setiap obat pasti ada aturannya, biasanya digunakan jika ada gejala saja. Jadi gejalanya sudah habis ya sudah jangan dilanjutkan, karena sudah tidak dibutuhkan lagi," tambahnya.

Penting! Obat warung hanya membantu mengatasi gejala, tidak menyembuhkan infeksi. Meski gejala mereda, tetap lanjutkan isoman sesuai anjuran! Selengkapnya di halaman berikut.



Simak Video "Rusia Cetak Rekor Kasus Harian Covid Capai 88 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT