ADVERTISEMENT

Jumat, 11 Feb 2022 20:15 WIB

Mengenang 2 Tahun Pemberian Nama Resmi COVID-19 oleh WHO

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Poster COVID-19 (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Tepat 2 tahun lalu, 11 Februari 2020, World Health Organization (WHO) secara resmi memberi nama COVID-19 pada penyakit baru yang disebabkan olehSARS-CoV-2. SARS-CoV-2 sendiri sebelumnya punya nama sementara novel coronavirus atau 'nCoV-2019'.

Penyakit yang sampai kini telah membuat geger dunia ini pada awalnya sempat disebut pneumonia misterius Wuhan, lantaran pertama kali ditemukan di kota China dan belum ada kejelasan lebih lanjut terkait penularan dan bahayanya. Jenis virus baru yang ditemukan memicu gejala mirip dengan pneumonia.

Dikutip dari History, Jumat (10/2/2022), WHO memutuskan mengubah nama virus tersebut menjadi COVID-19 yang merupakan singkatan dari Corona Virus Disease 2019. Angka 19 merujuk pada tahun virus baru yang menyebabkan penyakit ini ditemukan.

WHO menghindari nama-nama seperti 'virus Wuhan' yang bisa memberikan stigma pada sebuah lokasi, tempat virus pertama kali ditemukan.

"Memiliki nama penting untuk mencegah penggunaan nama lain yang tidak akurat atau menstigmasi," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam jumpa pers tentang pengumuman nama virus COVID-19.

"Penamaan ini juga sebagai format standar untuk digunakan jika ada wabah virus Corona di masa depan," jelasnya.

Sejak awal kemunculannya, COVID-19 menyebar dengan cepat ke berbagai benua. Pada awal tahun 2022, kasus COVID-19 di seluruh dunia mencapai 400 juta kasus secara global dan mengakibatkan 5,7 juta kematian.

Awal Mula Pandemi COVID-19

Wabah penyakit misterius mirip pneumonia di Wuhan, China awalnya muncul akhir 2019 dan menginfeksi banyak orang. Pada awalnya, pemerintah China melaporkan 218 orang telah terdiagnosis virus tersebut, 62 di antaranya positif terinfeksi, 8 dalam kondisi parah, dan 3 orang meninggal dunia.

Virus corona yang mewabah di China masih satu famili dengan SARS (Severe Accute Respiratory Syndrome) dan MERS-CoV (Middlle East Respiratory Syndrome Coronavirus). Ahli virus Leo Poon berpikir kemungkinan corona virus baru ini berawal dari binatang di pasar hewan daerah Wuhan dan menyebar ke manusia.

"Yang kita ketahui adalah itu menyebabkan pneumonia tetapi tidak merespons pada pengobatan antibiotik," kata Leo, dikutip dari CNN.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT