Kamis, 17 Feb 2022 12:45 WIB

Mengenal Pendarahan Otak yang Dialami Tukul Arwana

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Tukul Arwana saat tampil di acara Hitam Putih. Tukul Arwana (Foto: Pool/Ismail/detikFoto)
Jakarta -

Pada bulan September 2021 lalu, komedian Tukul Arwana dikabarkan mengalami pendarahan otak hingga harus dirawat dan menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Cawang, Jakarta Timur.

Meskipun demikian, kondisinya pun dikabarkan mulai membaik. Hal tersebut disampaikan langsung oleh anaknya, Ega Paryudi. Bahkan disebut sudah bisa mengkonsumsi makanan tanpa alat bantu.

"Ayah kondisinya sampai saat ini dibandingkan ketika drop kemarin sudah cukup luar biasa perkembangan sangat baik," ungkap Ega kepada Insertlive, dikutip Kamis (17/2/2022).

Berkaca dari penyakit yang diidap Tukul Arwana, apa sih yang dimaksud dengan pendarahan otak? Simak informasi berikut ini.

Pendarahan Otak

Dikutip dari Medical News Today, pendarahan otak merupakan salah satu jenis stroke yang disebut brain hemorrhage. Kondisi ini dapat terjadi saat pembuluh arteri pecah pada otak.

Pendarahan ini bisa menyebabkan jaringan otak mengalami iritasi dan bengkak atau disebut cerebral edema. Darah yang menggenang dan menggumpal (hematoma) dapat menyebabkan tekanan ekstra pada jaringan otak, sehingga mempengaruhi aliran darah dan bisa membunuh sel-sel otak.

Kondisi ini sangat berbahaya lantaran bisa melumpuhkan atau mengancam jiwa pengidapnya. Itu mengapa pengidap pendarahan otak perlu diatasi dan mendapatkan perawatan medis secepat mungkin.

Penyebab Pendarahan di Otak

Adapun sejumlah faktor yang bisa menyebabkan pendarahan otak seperti dialami Tukul Arwana, yaitu:

  • Trauma atau mengalami cedera di bagian kepala
  • Aneurisma serebral (tonjolan yang melemah di arteri otak)
  • Mengalami tekanan darah tinggi
  • Kelainan pembuluh darah
  • Darah atau gangguan pendarahan
  • Mengidap penyakit liver (hati)
  • Tumor otak
  • Konsumsi obat-obatan terlarang
  • Usia
  • Septikemia (keracunan darah)
  • Mengkonsumsi alkohol

Gejala Pendarahan di Otak

Pendarahan otak dapat memicu sejumlah gejala yang berbeda, seperti kesemutan, kelemahan, mati rasa, hingga kelumpuhan pada wajah, lengan, atau kaki. Ada juga gejala lain, seperti:

  • Mendadak sakit kepala parah
  • Kesulitan menelan
  • Masalah dengan penglihatan
  • Kehilangan keseimbangan
  • Kebingungan
  • Kesulitan berbicara atau cadel
  • Lesu atau lelah
  • Kejang

Komplikasi Akibat Pendarahan Otak

Pendarahan otak seperti dialami Tukul Arwana dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius, lantaran kondisi ini mencegah sel-sel saraf untuk berkomunikasi dengan bagian tubuh lainnya.

Meskipun demikian, kondisi ini juga tergantung pada lokasi pendarahan dan kerusakan terjadi. Beberapa komplikasi kemungkinan bisa bersifat permanen. Berikut komplikasi pendarahan otak:

  • Kelumpuhan
  • Mati rasa
  • Kesulitan menelan atau disfagia
  • Kehilangan penglihatan
  • Berkurangnya kemampuan untuk berbicara atau memahami kata-kata
  • Kebingungan atau kehilangan ingatan
  • Perubahan kepribadian atau masalah emosional

Pengobatan Pendarahan Otak

Pengobatan pendarahan otak yang tergolong parah umumnya bisa dilakukan dengan operasi untuk meringankan beberapa tekanan pada otak.

Namun, apabila seseorang mengidap aneurisma serebral (tonjolan yang melemah di arteri otak) dan menyebabkan pendarahan, dokter umumnya akan mengangkat sebagian tengkorak dan memotong arteri (metode kraniotomi).

Ada juga pengobatan lain menggunakan obat-obat khusus, seperti obat anti-kecemasan, obat anti-epilepsi, dan obat lain yang bisa mengendalikan gejala pendarahan otak.

Selain itu, pengobatan dengan cara rehabilitasi bisa membantu seseorang menyesuaikan diri dengan kehidupan setelah mengalami pendarahan otak, yaitu:

  • Terapi fisik
  • Terapi berbicara
  • Perubahan gaya hidup untuk membatasi risiko perdarahan lain


Simak Video "Kenali Hubungan Hipertensi dan Pendarahan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)