DKI Jadi Sorotan WHO soal Kematian COVID-19, Ini Sebabnya

ADVERTISEMENT

DKI Jadi Sorotan WHO soal Kematian COVID-19, Ini Sebabnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 17 Feb 2022 18:00 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Kematian Corona di Indonesia.(Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belakangan menyoroti kematian akibat COVID-19 di Indonesia. Dalam sepekan terakhir jumlah kematian COVID-19 meningkat lebih dari 100 persen, periode 7 hingga 13 Februari jumlah kasus meninggal naik 148 persen dari minggu sebelumnya.

Kabar baiknya, jumlah kasus mingguan COVID-19 di 33 provinsi tetap kurang dari 1 kematian per 100.000 penduduk.

"Namun, di DKI Jakarta, telah meningkat dan lebih dari 1 kematian per 100.000 penduduk. Dengan Omicron sebagai varian dominan, jumlah kematian dapat meningkat mengikuti peningkatan kasus yang signifikan," tulis WHO dalam laporan mingguannya per Rabu (16/2/2022).

Di sisi lain, WHO menyoroti tren penularan COVID-19 di beberapa provinsi Indonesia kini kembali masuk risiko tinggi, berada di level 4. WHO membagi level risiko COVID-19 menjadi empat kategori, level 1 risiko rendah, level 2 risiko sedang, level 3 risiko tinggi, dan level 4 risiko sangat tinggi.

Berikut tiga provinsi yang berada di tingkat penularan sangat tinggi COVID-19 per 7 hingga 13 Februari 2022:

Insiden kasus mingguan per 100.000 populasi adalah seperti berikut:

  • DKI Jakarta: 64,12
  • Bali: 204,3
  • Banten: 188,3

"Berdasarkan pedoman interim WHO, ini berarti ada risiko yang sangat tinggi untuk infeksi COVID-19 bagi populasi umum. Dalam beberapa minggu mendatang, lonjakan kasus yang signifikan dapat diperkirakan terjadi di provinsi lain. Karena itu, tindakan pencegahan harus diperkuat," pungkas WHO.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT