Kamis, 17 Feb 2022 18:45 WIB

7 Cara Diet Sehat dan Aman di Tengah Maraknya Kasus Omicron

Hartaty Varadifa - detikHealth
Agar Diet Berhasil, Perhatikan Jam Makan yang Tepat Ilustrasi tips diet sehat di tengah lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron. Foto: Getty Images/iStockphoto/spaxiax
Jakarta -

Pandemi COVID-19 belum kunjung berakhir. Pasalnya, hal ini turut disebabkan oleh varian Omicron yang membuat kasus terus meningkat. Varian ini memang disebut lebih cepat menular daripada varian sebelumnya.

Melihat kasus COVID-19 terus melonjak membuat banyak pekerjaan harus tetap dilakukan di rumah. Namun, hanya berdiam diri di rumah saja juga dapat menimbulkan resiko lainnya seperti obesitas. Maka perlu untuk tetap melakukan diet meski di tengah pandemi ini.

Bukan hanya sekedar kelebihan berat badan, obesitas bisa berisiko pada penyakit lainnya seperti darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, hingga kanker. Bahkan hal ini juga berisiko pada kematian akibat COVID-19.

Menurut para ahli dari Queen Mary University of London menjelaskan bahwa 65 persen orang dewasa di Inggris dan Amerika Serikat mengalami peningkatan berat badan selama pandemi.

Tapi perlu diingat bahwa menghindari diet ekstrem karena tidak baik bagi kesehatan. Lalu adakah cara diet lain yang aman di tengah maraknya varian Omicron?

Berikut ini cara diet yang aman saat Omicron terus alami peningkatan sehingga tetap sehat dan bisa menjalankan banyak aktivitas di rumah saja:

1. Diet intermittent fasting (IF)

Di tengah maraknya virus COVID-19 ini mungkin sulit untuk mengatur pola makan, maka kamu bisa menerapkan diet intermittent fasting. Menurut Kristen Kirkpatrick, pakar diet dari Cleveland Clinic mengatakan bahwa diet ini aman dilakukan di tengah Omicron yang terus melonjak.

Diet ini tidak perlu memikirkan kalori atau nutrisi khusus. Kamu hanya perlu mengatur dan menargetkan jadwal makan serta hanya mengkonsumsi cemilan sehat.

Selain itu kamu juga bisa mengurangi asupan pagi dan larut malam agar dapat membantu menjaga berat badan supaya tidak bertambah.

"Bahkan diet mediterania atau diet rendah karbohidrat membutuhkan perencanaan dan sebagian besar pasien saya tidak dapat memahaminya sekarang. Dengan intermittent fasting, Anda hanya makan beberapa jam sehari," jelas Kristin seperti dilansir dari WebMD.

2. Makan tepat waktu

Sejak harus melakukan segala aktivitas di rumah saja selama pandemi ini, maka sangat mudah untuk ingin menikmati makanan apapun. Namun, cobalah untuk mengontrol jadwal makan yang ditentukan agar tidak makan berlebihan.

Kamu bisa mengatur kapan akan menikmati makanan berat dan ringan atau minum kopi. Jika tidak menerapkan intermittent fasting maka kamu bisa membuat jadwal makan sendiri.

3. Kurangi garam

Dikutip dari situs WHO, konsumsi garam sebaiknya dibatasi hingga 5 gram (1 sendok teh) dalam sehari. Gunakan garam secukupnya ketika masak dan kurangi penggunaan saos, bumbu asin, kecap asin, kaldu atau kecap ikan.

Hal terpenting adalah mengurangi konsumsi makanan cepat saji selama diet. Jika memang ingin mengkonsumsinya pilih jenis makanan yang tidak menggunakan tambahan gula buatan. Disarankan untuk menggunakan bumbu rempah dan makanan dengan kandungan natrium yang rendah.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(Hartaty Varadifa/naf)