Berkaca dari Wanita Tewas di Jakbar, Pikirkan Ini Sebelum Pakai Filler Payudara

ADVERTISEMENT

Berkaca dari Wanita Tewas di Jakbar, Pikirkan Ini Sebelum Pakai Filler Payudara

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 22 Feb 2022 05:00 WIB
Ilustrasi jenazah
Wanita tewas di Jakbar usai suntik filler payudara (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Seorang wanita berinisial RCD (34) dilaporkan tewas di kamar hotel di daerah Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, usai melakukan suntik filler payudara. Disebutkan prosedur filler yang dijalani wanita tersebut tidak dilakukan oleh tenaga medis yang ahli.

"Jadi dia ada janjian sama seseorang untuk suntik payudara, biayanya Rp 3,5 juta. Dan yang datang itu bukan nakes, bukan dokter, tapi temannya dia," ungkap Kanit Reskrim Polsek Ramansari AKP Roland Manurung saat dihubungi oleh detikcom, Senin (21/2/2022).

Sejumlah dokter mengatakan prosedur suntik filler di payudara tidak dianjurkan dalam ranah bedah plastik. Pun jika melakukan filler, harus oleh tenaga medis yang profesional.

Dokter spesialis kulit dari DNI Skin Centre, Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa filler umumnya digunakan untuk wajah, seperti mengurangi garis senyum, mengisi area pipi, memancungkan hidung, atau memanjangkan dagu.

"Struktur pembuluh darah payudara kompleks, maka penyuntikan filler akan berpotensi menimbulkan efek samping. Beberapa efek sampingnya antara lain infeksi, dislokasi filler, degradasi filler," terangnya pada detikcom beberapa waktu lalu.

Selain itu, dr Darma juga mengungkapkan penyuntikan filler hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik atau dokter kulit berpengalaman.

Sebab, jika prosedur yang dilakukan salah dan tidak steril bisa memicu sejumlah kondisi serius hingga berisiko fatal.

Hal yang Harus Dilakukan Jika Ingin Filler

Berikut hal yang harus diperhatikan jika seseorang ingin melakukan filler:

  • Baca dan diskusikan label pasien untuk pengisi spesifik yang diterima. Dokter Anda dapat memberikan informasi ini.
  • Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan tentang lokasi injeksi dan risiko dari prosedur di tiap lokasi injeksi.
  • Segera cari pertolongan medis jika pasien mengalami rasa sakit yang tidak biasa, perubahan penglihatan, kemerahan, bengkak, penampilan kulit putih, abut-abu atau biru di dekat tempat suntikkan, muncul tanda-tanda stroke (kesulitan berbicara, mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki, kesulitan berjalan, pusing, kebingungan).
  • Periksa riwayat penyakit medis dan pengobatannya. Risiko memar lebih besar jika pasien mengalami gangguan perdarahan, hipertensi yang tidak terkontrol, atau saat menggunakan antikoagulan.
  • Hindari membeli produk filler secara online karena produk berpotensi palsu dan tersertifikasi aman digunakan.
  • Cermati produk yang digunakan dan lisensi medis penyedia layanan filler. Penyuntikkan filler adalah prosedur medis, bukan perawatan kosmetik.
  • Hindari melakukan manipulasi pada area pasca tindakan seperti menggosok, menekan, menggaruk.
  • Hindari mengompres dengan air hangat atau panas pada area tindakan.
  • Hindari konsumsi alkohol pasca tindakan karena dapat menimbulkan pembengkakan pada area tindakan.
  • Hindari berolahraga selama 2 hari atau sampai pembengkakan mereda.


Simak Video "Meremas Payudara Bikin Ukuran Lebih Besar, Benarkah?"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT