Selasa, 22 Feb 2022 18:03 WIB

Satgas Respons Tudingan Isoman Sama Sekali Tak Efektif

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Layanan isoman Kemenkes memberikan kemudahan bagi masyarakat guna mendapatkan obat selama menjalankan isoman. Ilustrasi isoman. (Foto: Getty Images/MarioGuti)
Jakarta -

Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mendesak setiap pemerintah daerah memastikan ketersediaan fasilitas isolasi terpusat. Hal ini dikarenakan tak semua masyarakat memiliki tempat aman dan nyaman menjalani isolasi mandiri.

"Pada prinsipnya setiap pemda harus tanggap menyiapkan fasilitas isolasi terpusat terutama daerah-daerah yang sedang mengalami kenaikan kasus karena tidak semua masyarakat menyanggupi isolasi secara mandiri yang layak," pinta Wiku dalam konferensi pers BNPB, Selasa (22/2/2022).

"Sedangkan masyarakat di daerah yang positif diminta untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan demi menjamin proses isolasi dan pelayanan yang terpantau serta terkendali," sambungnya.

Pernyataan Wiku tersebut merespons keyakinan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Ia sebelumnya menyebut orang-orang yang terpapar COVID-19 bakal ditempatkan di fasilitas isoter, lantaran isolasi mandiri dinilai tak efektif.

"Data hari ini yang isoman itu sampai 14.500. Yang isoter itu hanya 400 orang. Jadi tempat isolasi-isolasi terpusat ini akan kita buka ke depannya. Jadi pelan-pelan kita tak berlakukan isoman. Karena isoman sama sekali tidak efektif," kata Edy Rahmayadi saat meninjau lokasi Isoter di Asrama Haji Medan, Senin (21/2).

Dihubungi terpisah, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan pemerintah belum ada rencana memberlakukan kewajiban isolasi terpusat di seluruh Indonesia. Terlebih, isoman menurutnya masih efektif dilakukan ditambah dengan bantuan telemedicine dan obat gratis.

"Yang bisa isoman dengan syarat terpenuhi silahkan isoman. Tetapi kalau pemerintah daerah menyiapkan dan komitmen untuk menambah fasilitas ini, itu juga hal yang baik," tutur dr Nadia.

Imbauan isoman dari pemerintah bukan tanpa alasan, tetapi memudahkan fasilitas kesehatan untuk menangani pasien COVID-19 yang prioritas memerlukan penanganan seperti pasien COVID-19 bergejala berat.

"Adanya isoman selain memberikan pilihan tetapi juga memastikan triase pemilihan pasien dapat dilakukan sehingga memastikan pasien yang membutuhkan tersedia layanan-nya," terang dr Nadia.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)