Kamis, 24 Feb 2022 07:03 WIB

Round Up

Pengakuan Para Penyintas 2 Kali COVID-19, Omicron Vs Delta Berat Mana?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sebanyak 17 murid SMAN 2 Bantul, DIY, terkonfirmasi positif COVID-19. Pihak sekolah pun menggelar swab massal kepada guru dan siswa. Omicron vs Delta lebih berat mana? (Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta -

Para pakar menyebut Omicron memicu gejala yang lebih ringan dibanding varian lain sebelumnya. Namun ada juga penyintas dua kali COVID-19 yang merasakan sebaliknya.

Rahma (26) salah satunya. Wanita asal Medan ini terinfeksi untuk kedua kalinya pada awal Januari 2022 ketika varian Omicron mulai mendominasi COVID-19. Jika pada infeksi sebelumnya ia tidak bergejala, kali ini justru mengalami lebih banyak keluhan.

"Gejalanya berupa flu dan demam," katanya saat dihubungi detikcom.

Rahma pertama kali terinfeksi pada Agustus 2021, ketika terjadi lonjakan varian Delta di Indonesia. Ketika itu, ia justru tidak mengalami gejala alias asimptomatis.

Tentu saja tidak semua merasakan hal yang sama. SS asal bali juga mengaku mengalami batuk-pilek saat terinfeksi COVID-19 baru-baru ini. Meski ada keluhan, ia merasa infeksi kali ini jauh lebih ringan dibandingkan pengalaman pertamanya pada saat varian Delta sedang mendominasi.

Ketika itu, ia sampai harus dirawat di rumah sakit selama 10 hari. Itupun masih harus dilanjutkan dengan recovery di rumah hingga 7 hari.

"Karena ada radang paru itu, jantung juga jadi berdebar. Heart rate nya di atas 120 dan saturasi juga sempet drop di 86," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Omicron Identik dengan Batuk Kering dan Kelelahan"
[Gambas:Video 20detik]