ADVERTISEMENT

Kamis, 24 Feb 2022 18:31 WIB

Sanksi Rusia, Jerman Hentikan Produksi Vaksin COVID-19 Sputnik-V

Firdaus Anwar - detikHealth
A medical worker moves a box of Russias Sputnik V coronavirus vaccine out from a refrigerator prior to administering a vaccination in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin) Foto: AP/Pavel Golovkin
Jakarta -

Rusia pada hari Kamis (24/2/2022), mengumumkan operasi militer skala penuh ke Ukraina. Uni Eropa menyebut apa yang dilakukan Rusia merupakan invasi terburuk dalam 80 tahun terakhir sejak Perang Dunia II.

Dunia mengecam apa yang dilakukan Rusia dengan banyak negara ramai-ramai menjatuhkan sanksi. Sebagai contoh salah satu negara bagian Jerman di sektor kesehatan memutuskan berhenti memproduksi vaksin COVID-19 Sputnik V yang merupakan produk Rusia.

Perdana Menteri Bavaria, Markus Soeder, mengatakan sejak awal tidak ada perjanjian yang mengharuskan Jerman memproduksi vaksin Sputnik V atau persetujuan dari Uni Eropa.

"Bahkan bila ada dua hal tersebut, tidak terbayangkan dari sudut pandang kami bahwa proyek ini bisa tetap direalisasikan. Ini sudah berakhir," komentar Soeder seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/2/2022).

Sebelumnya diketahui ada kerja sama antara perusahaan farmasi Rusia R-Pharm. R-Pharm melakukan investasi, membangun fasilitas pabrik vaksin di Bavaria. Rencananya fasilitas tersebut diharapkan dapat memproduksi sekitar 8-10 juta dosis vaksin tiap bulan.



Simak Video "Soal Konflik Rusia-Ukraina, WHO: Perang Ini Harus Dihentikan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Breaking News
×
Update Tragedi Kanjuruhan
Update Tragedi Kanjuruhan Selengkapnya