ADVERTISEMENT

Rabu, 09 Mar 2022 11:30 WIB

Malaysia Masuk Transisi Endemi COVID-19, Bersiap Copot Masker? Nggak Juga Tuh

Vidya Pinandhita - detikHealth
Otoritas Malaysia kembali memperpanjang penerapan lockdown untuk membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Ilustrasi Malaysia akan masuk proses transisi pandemi COVID-19 menjadi endemi 1 April mendatang. Foto: AP Photo
Jakarta -

Malaysia akan memulai proses transisi pandemi COVID-19 menjadi endemi pada 1 April mendatang. Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob menegaskan transisi tersebut adalah strategi Malaysia untuk kembali normal setelah dua tahun berjuang melawan COVID-19.

"Ini juga merupakan fase sementara sebelum negara memasuki tahap endemik, yang akan diumumkan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)," bebernya, dikutip dari New Straits Times, Rabu (9/3/2022).

Seiring proses endemisitas tersebut, warga bakal tetap diwajibkan menggunakan masker ketika berada di tempat umum.

Bersamaan dengan itu, pembatasan jam operasional bisnis akan dicabut, menyesuaikan lisensi bisnis masing-masing. Restoran 24 jam tak lagi diwajibkan tutup tengah malam.

Selanjutnya menurut Ismail Sabri, shalat berjamaah di masjid, serta kegiatan keagamaan di tempat ibadah non-Muslim dapat segera diadakan tanpa jarak fisik. SOP akhir akan ditentukan otoritas agama negara masing-masing dan Kementerian Persatuan Nasional.

"Sebelumnya, kapasitas maksimal 50 persen untuk kegiatan yang melibatkan massa. Dengan fase transisi, pembatasan akan dicabut sama sekali," beber Ismail Sabri.

Namun di samping itu, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada menghadapi potensi lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Kini, pihaknya masih mendorong jaga jarak fisik.

"Pasien COVID-19 kategori 3, 4, dan 5 terdiri 0,7 persen dari keseluruhan kasus, sementara jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan dan observasi di ICU juga terkendali dengan okupansi 42 persen," jelas Ismail Sabri.

Hingga kini, 98,7 persen orang dewasa di Malaysia telah menerima dua dosis vaksin COVID-19. Di samping itu, 64 persen populasi orang dewasa telah menerima suntikan vaksin COVID-19 booster.



Simak Video "Satgas Covid-19: Kita Perlu Berhati-hati dalam Memaknai Akhir Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT