Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam rekomendasi terbarunya mendorong pembaruan vaksin COVID-19. Ini dilakukan untuk mengantisipasi semakin banyak varian baru COVID-19 yang lebih 'kebal' dari vaksin.
Para ahli WHO menegaskan bahwa vaksin COVID-19 yang ada saat ini tetap dapat memberi efek perlindungan. Hanya saja vaksin-vaksin tersebut dikembangkan dengan menggunakan virus COVID-19 orisinal dari Wuhan, China, sebagai dasarnya.
"Sejak saat itu, terjadi evolusi virus yang berkelanjutan dan substansial sehingga muncul varian-varian baru. Karenanya komposisi vaksin COVID-19 yang ada sekarang mungkin perlu diperbarui," tulis tim ahli seperti dikutip dari situs resmi WHO, Rabu (9/3/2022).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WHO memberi syarat vaksin COVID-19 generasi baru minimal harus bisa memberi efek perlindungan terhadap kejadian infeksi parah dan kematian, serta bisa mencegah transmisi.
"Salah satu opsinya adalah pengembangan vaksin pan SARS-CoV-2 atau pansarbecovirus. Vaksin semacam itu akan memberikan perlindungan efektif untuk semua varian sehingga pengembangannya harus dipercepat," lanjut tim ahli WHO.
(fds/up)











































