Awas COVID-19! Ini Ciri-ciri Paru Bermasalah yang Wajib Diwaspadai

ADVERTISEMENT

Awas COVID-19! Ini Ciri-ciri Paru Bermasalah yang Wajib Diwaspadai

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
Jumat, 11 Mar 2022 14:58 WIB
Doctors physical examination for screening lung cancer
Bagaimana ciri-ciri paru-paru bermasalah? (Foto: Getty Images/iStockphoto/sittithat tangwitthayaphum)
Jakarta -

Ciri-ciri paru-paru bermasalah cenderung datang perlahan dan gejalanya bisa menjadi sangat ringan. Orang sering salah mengira ciri-ciri ini sebagai tanda penuaan atau kurangnya kebugaran. Hal ini menyebabkan banyak orang menyesuaikan aktivitas sehari-hari mereka untuk mengakomodasi atau mengurangi gejala yang ada, daripada mendapatkan bantuan medis.

Penyakit paru-paru adalah kondisi medis yang paling umum di dunia. Di Indonesia, jutaan orang mengidap penyakit paru-paru. Kebiasaan merokok, infeksi, dan gen menyebabkan adalah penyebab sebagian besar penyakit paru-paru.

Dikutip dari WebMD, paru-paru adalah bagian dari sistem yang kompleks, mengembang dan berelaksasi ribuan kali setiap hari untuk membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Penyakit paru-paru bisa terjadi ketika ada masalah di bagian manapun dari sistem pernapasan.

Ciri-Ciri Paru-Paru Bermasalah

Dengan mengetahui ciri-ciri paru-paru bermasalah sedini mungkin dapat membantu untuk menerima pengobatan sebelum penyakit tersebut menjadi serius atau bahkan mengancam jiwa. Jika mengalami salah satu dari tanda-tanda peringatan berikut, periksakan diri dengan dokter sesegera mungkin.

1. Sesak napas

Sesak napas adalah salah satu ciri-ciri paru-paru bermasalah, namun banyak orang menganggap sesak napas juga disebabkan karena penuaan, kelebihan berat badan, atau kondisi yang tidak sehat. Setiap orang terkadang mengalami sesak napas, dan itu adalah respons alami bahwa tubuh karena membutuhkan lebih banyak oksigen dan energi ketika melakukan sesuatu yang membutuhkan upaya fisik, seperti berlari saat berolahraga.

Namun, sesak napas yang disebabkan oleh penyakit perlu ditangani. Sesak napas juga menjadi gejala COVID-19. Periksakan diri ke dokter jika mengalami sesak napas dan merasa tidak enak karena kondisi tersebut.

2. Batuk persisten

Sebagian besar dari kita pernah dan akan mengalami batuk yang berkepanjangan sepanjang hidup kita, tetapi itu juga bisa menjadi gejala dari banyak kondisi medis yang berbeda. Batuk persisten adalah batuk yang berlangsung selama berminggu-minggu. Batuk yang terus-menerus dapat mengganggu tidur dan membuat seseorang merasa lelah.

Ada banyak alasan untuk batuk terus-menerus; namun, ini adalah salah satu gejala paling umum dari kanker paru-paru dan penyakit paru-paru lainnya. Batuk dapat bervariasi dari orang ke orang dan mungkin dapat kering atau lembab/produktif. Jika mengalami batuk basah, lendir seharusnya berwarna bening atau putih. Jika lendir menjadi kuning, hijau atau berdarah, penting untuk menemui ahli kesehatan sesegera mungkin.

Jika mengalami batuk terus-menerus selama lebih dari tiga minggu, penting untuk konsultasikan dengan dokter. Catat durasi, jenis dan ciri batuk yang dirasakan, serta gejala penyakit lain yang dialami. Karena batuk yang berkepanjangan merupakan salah satu gejala COVID-19.

3. Kelelahan

Sebagian besar dari kita pernah mengalami kelelahan, perasaan yang biasanya hilang setelah tidur nyenyak. Kelelahan, bagaimanapun juga, adalah perasaan lelah yang berlebihan dan terus-menerus dan mungkin tidak berkurang dengan tidur atau istirahat.

Ini dapat memengaruhi cara berpikir seseorang, termasuk konsentrasi yang buruk dan juga kehilangan ingatan, serta membuat seseorang merasa lebih emosional dari biasanya. Kelelahan juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan tugas sehari-hari seperti mandi atau menyiapkan makan malam. Jika merasa lelah, penting untuk memberitahu ahli kesehatan agar penyebabnya dapat diselidiki.

4. Mengi

Mengi adalah suara suara bernada tinggi yang dihasilkan saat bernapas. Suara ini biasanya terdengar saat sedang menghembuskan napas dan disebabkan oleh saluran udara yang menyempit atau peradangan. Asma dan PPOK adalah penyebab paling umum dari mengi. Namun, itu dapat dipicu karena banyak alasan lain, seperti infeksi saluran pernapasan virus atau bakteri.

Mengi biasanya terjadi ketika aliran udara dibatasi karena penyempitan atau penyumbatan pada saluran udara yang menuju ke paru-paru. Seseorang mungkin tidak akan menyadari suara yang ditimbulkan oleh mengi, tetapi penting untuk memperhatikan gejala seperti itu karena bisa menjadi tanda pertama penyakit paru-paru, termasuk COPD, asma, dan kanker paru-paru.



Simak Video "Perbedaan Mencolok Gejala Awal Covid-19 dan Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT