Jangan Terlena! Kasus COVID-19 di 5 Wilayah RI Ini Masih Melonjak

ADVERTISEMENT

Jangan Terlena! Kasus COVID-19 di 5 Wilayah RI Ini Masih Melonjak

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sabtu, 12 Mar 2022 16:01 WIB
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19.
Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengklaim penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia terus menurun selama dua pekan terakhir. Ini menunjukkan bahwa kondisi pandemi di Indonesia semakin membaik.

Namun, Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan masih ada lima wilayah atau provinsi di Indonesia yang masih mengalami tren kenaikan kasus COVID-19.

"Jadi, provinsi yang masih terjadi tren peningkatan kasus seperti di Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Aceh. Ini berada di luar wilayah Jawa-Bali," terang dr Nadia dalam diskusi daring, Sabtu (12/3/2022).

Kasus COVID-19 di RI Terus Membaik

Dalam pemaparannya, dr Nadia mengatakan untuk wilayah yang mengalami tren penurunan kasus, tingkat keterisian rumah sakit juga ikut menurun. Tren ini secara nasional juga mengalami penurunan dari level 26 persen per Kamis (10/3/2022) menjadi 24 persen pada Sabtu (12/3) ini.

Selain itu, dr Nadia mengungkapkan penambahan kasus harian secara nasional juga sudah berhasil ditekan sampai berada di bawah 20 ribu kasus. Tepatnya pada angka 16.110 kasus per Jumat (11/3).

Menurutnya angka tersebut sudah jauh lebih rendah dibandingkan pekan-pekan sebelumnya yang sempat mencapai 50-60 ribu kasus. dr Nadia menegaskan perbaikan ini membutuhkan konsistensi agar pandemi bisa segera dilewati.

Jangan Terlena dengan Penurunan Kasus

Meski begitu, dr Nadia menegaskan agar masyarakat tetap waspada dan tidak terlena dengan penurunan kasus yang terjadi dalam dua pekan terakhir ini. Sebab, penanganan pandemi di Indonesia masih jauh dari kata selesai.

"Ini masih belum selesai, karena target kita menurunkan kasus serendah mungkin. Kita pernah berada di tahap kasus baru hanya 200-250 per hari dan kasus kematian kurang dari 20. Ini yang ingin kita capai," tutur dr Nadia.

"Positivity rate kita pada waktu itu adalah 0,1 persen. Target inilah yang ingin kita capai dalam rangka menyiapkan kita dalam kondisi pengendalian pandemi," lanjutnya.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT