Sabtu, 12 Mar 2022 19:30 WIB

5 Cara 'Detoks' Paru-paru Alami yang Disarankan Ahli, Patut Dicoba

Firdaus Anwar - detikHealth
Doctors physical examination for screening lung cancer Ini 5 cara mendetoks paru-paru yang disarankan ahli. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/sittithat tangwitthayaphum)
Jakarta -

Sebagian di antara kita mungkin pernah menghirup asap rokok, polusi, atau terinfeksi virus hingga bakteri yang dapat membuat kerusakan pada paru-paru. Hal ini bisa membuat sebagian orang penasaran, mencari cara untuk membersihkan atau detoks paru-paru.

Spesialis paru-paru dr Joshua Englert dari Ohio State University Wexner Medical Center menjelaskan sebenarnya paru-paru sudah memiliki mekanismenya untuk memperbaiki kerusakan sel. Selama kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah, paru-paru dapat pulih dengan sendirinya.

"Ada banyak produk di pasar yang mengklaim bisa membersihkan racun dari paru-paru. Tapi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim produk-produk tersebut," komentar dr Joshua seperti dikutip dari WebMD, Sabtu (12/3/2022).

Para ahli lebih menyarankan agar seseorang melakukan kebiasaan sehat yang dapat membantu proses alami pemulihan paru-paru. Berikut cara 'detoks' alami paru-paru:

1. Konsumsi Sayur dan Buah Tinggi Antioksidan

Mengonsumsi sayur dan buah yang tinggi antioksidan, seperti misalnya jeruk, stroberi, jambu, brokoli, hingga bayam, dapat membantu melindungi paru-paru dari kerusakan akibat polusi.

Satu studi oleh peneliti Korea menemukan kebiasaan minum teh hijau yang kaya zat antiradang dan antioksidan dapat mengurangi risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

2. Olahraga Kardio

Olahraga kardio yang memacu kerja jantung dan paru-paru, seperti jalan kaki, renang, lari, senam, atau bersepeda, dapat membantu menjaga fungsi paru-paru.

"Olahraga juga akan membuat jantung dan otot bekerja dengan lebih efisien, sehingga saat melakukan aktivitas fisik, beban di paru-paru lebih ringan dan kamu dapat bernapas lebih lega," komentar ahli kesehatan Profesor Norman Edelman dari State University of New York.

3. Vaksinasi Flu dan Pneumonia

Langkah berikutnya untuk menjaga fungsi paru-paru adalah dengan melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia. Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan karena dua penyakit tersebut dapat menyerang dan membuat kerusakan pada paru-paru.

Terapkan protokol kesehatan rajin cuci tangan dan jauhi atau jaga jarak dengan orang sakit.

4. Waspada Jadi Perokok Pasif

Seseorang yang tidak merokok bisa tetap mengalami kerusakan pada paru-paru bila dirinya jadi perokok pasif. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut asap yang keluar dari mulut perokok dapat mengandung ratusan zat kimia beracun pemicu kanker hingga stroke.

5. Jaga Kualitas Udara

Langkah terakhir untuk membantu 'detoks' alami paru-paru adalah dengan menjaga kualitas udara yang dihirup. Hindari tempat berpolusi tinggi dengan misalnya memakai masker atau menggunakan alat dengan high efficiency particulate air filter (HEPA) di dalam ruangan.



Simak Video "Perbandingan Paru-paru Pasien COVID-19 yang Divaksin dan Belum"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)