Minggu, 13 Mar 2022 09:09 WIB

Pakar Sebut Patogen di Lab Ukraina Lebih Mematikan dari COVID

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Invasi militer Rusia ke Ukraina telah memasuki hari keenam. Kendaraan tempur sepert tank dan panser banyak yang hancur hingga gosong dalam invasi tersebut. Foto: AP Photo
Jakarta -

Organisasi kesehatan dunia WHO menyarankan Ukraina memusnahkan patogen (organisme penyebab penyakit) yang ada di laboratoriumnya untuk mencegah kebocoran akibat perang. Pakar memperingatkan, patogen tersebut juga bisa menjadi sejata yang lebih mematikan dari COVID.

Peringatan ini disampaikan Kolonel Hamish de Bretton-Gordon, mantan kepala unit senjawa kimia militer Inggris. Dalam wawancara dengan The Sun, ia menyebut Rusia bisa menyerbu laboratoorium dan menggunakannya sebagai markas untuk melepas senjata bioologi.

Disebutkan, ada lebih dari 4.000 laboratorium di Ukraina, ratusan di antaranya menangani agen 'risiko sedang'. Laboratorium tersebut biasanya menangani patogen seperti virus Corona, tuberkulosis, demam kuning, SARS, West Nile, dan beberapa strain influenza.

Salah satu laboratorium, 1.1. Mechnikov Anti-Plague Research Institute di Odessa disebutkan menangani patogen "berbahaya". Lab lain yang juga berstatus level 3 adalah Central Sanitary Epidemiological Station di Kiev, di bawah Kementerian Kesehatan Ukraina.

Meski Ukraina diklaim tidak memiliki senjata biologis, dikhawatirkan patogen yang ada di lab bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah. Menurut de Bretton-Gordon, hal itu bisa terjadi jika lab jatuh ke tangan Rusia.

"Kita semua harus waspada terhadap ancaman biosekuriti dari Rusia," katanya, dikutip dari The Sun.

Menurut de Bretton-Gordon, Rusia bisa saja melepas senjata biologis yang lebih 'letal' atau mematikan dibanding COVID.

"Jika Anda mengaitkan COVID dengan sesuatu seperti Ebola, maka Anda akan punya masalah besar," jelasnya.

Bahkan tanpa senjata biologis, ia mengingatkan kebocoran patogen dari laboratorium akibat gempuran bom tetap bisa membahayakan.

Simak Video 'Rusia Temukan 30 Lab Biologis Berbahaya Sokongan AS di Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)