Minggu, 13 Mar 2022 13:54 WIB

Perilaku Putin Disebut Terkait 'Roid Rage' dan Steroid, Apa Sih Artinya?

Patrick - detikHealth
Russian President Vladimir Putin listens to a journalists question during a joint news conference with Hungarys Prime Minister Viktor Orban following their talks in the Kremlin in Moscow, Russia, Tuesday, Feb. 1, 2022. Putin says the U.S. and its allies have ignored Russias top security demands. In his first comments on the standoff with the West over Ukraine in more than a month, Putin said Tuesday that the Kremlin is still studying the U.S. and NATOs response to the Russian security demands received last week. (Yuri Kochetkov/Pool Photo via AP) Vladimir Putin (Foto: Yuri Kochetkov/Pool Photo via AP)
Jakarta -

Organisasi intelijen Five Eyes menyoroti perilaku presiden Rusia Vladimir Putin dan tubuhnya yang menggemuk. Salah satu spekulasi mengaitkannya dengan roid rage akibat penggunaan steroid. Apa itu?

Salah satu teori menyebut Putin mengalami penyakit serius. Beberapa kemungkinannya adalah gangguan otak yang disebabkan oleh demensia, penyakit Parkinson, atau 'roid rage' akibat pengobatan steroid untuk kanker.

Dikutip dari Daily Mail, sumber percaya ada penjelasan fisiologis terhadap keputusan presiden Rusia untuk menyerang Ukraina. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak laporan tentang 'perilaku Putin yang semakin tidak menentu' ini.

Sebuah teori, yang dianggap kredibel oleh intelijen Inggris, berpendapat bahwa gangguan mental ini merupakan konsekuensi dari apa yang disebut sebagai 'roid rage'. Namun, apa itu roid rage? Simak selengkapnya berikut ini.

Apa itu 'Roid Rage?

Dikutip dari CBS News, 'roid rage' adalah kondisi kesehatan ketika pengidapnya mengalami gangguan kontrol impuls. Ini dapat menghasilkan reaksi berlebihan melalui stimulus yang biasanya tidak menghasilkan reaksi yang parah.

Jadi katakan seseorang mengatakan sesuatu kepada temannya suatu hal yang tidak dia sukai. Maka, temannya secara spontan akan memukul dinding sebagai bentuk kekesalannya. Itu menyebabkan adanya dorongan yang memicu reaksi berlebihan. Kemarahan itu dipicu oleh otak yang terpapar steroid anabolik.

Biasanya, steroid anabolik digunakan oleh para binaragawan. Penyalahgunaan steroid untuk membangun otot jelas telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kolesterol tinggi hingga kerusakan hati, tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut apakah penggunaan steroid dapat menghasilkan episode psikotik yang disebut 'roid rage' atau tidak.

Istilah 'roid rage' pertama kali muncul pada pertengahan tahun 1980-an, setelah serangkaian kekerasan yang dilakukan oleh binaragawan. Para peneliti mulai menanggapi pada apakah citra 'roid rage' sebagai kemarahan yang tidak terkendali, seperti pada karakter Hulk dari film buatan Marvel benar-benar ada.

Dokter yang percaya pada kondisi ini melihatnya sebagai jenis gangguan kontrol impuls; yaitu reaksi berlebihan terhadap peristiwa yang biasanya telah memicu mereka.

Steroid anabolik bekerja dengan meniru hormon testosteron, sehingga menyebabkan sebagian besar perubahan yang dialami anak laki-laki selama masa pubertas, seperti suara yang lebih berat dan peningkatan massa otot.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "200 Serangan Rusia Meruntuhkan Sistem Kesehatan Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]