Minggu, 13 Mar 2022 19:00 WIB

Sama-sama Bikin Mager, Ini Beda Kelelahan Biasa Vs Gejala Positif Omicron

Vidya Pinandhita - detikHealth
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern Tanda kelelahan sebagai salah satu gejala COVID-19 varian Omicron. Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Gejala COVID-19 varian Omicron diyakini mirip dengan flu biasa, tak lain berupa batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Selain itu, satu gejala yang juga umum dikeluhkan pasien Omicron adalah kelelahan. Sebenarnya, kelelahan seperti apa yang dimaksud? Mungkinkah pegal-pegal kini menjadi salah satu gejala COVID-19, khususnya varian Omicron?

Peneliti di Norwegia belum lama ini menguak sederet gejala Omicron pada orang-orang yang sudah menerima dosis lengkap vaksin COVID-19. Dikutip dari Independent, terdapat delapan gejala pada penerima dua dosis vaksin COVID-19 yang terpapar varian Omicron, yakni batuk, pilek, kelelahan, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, demam, dan bersin.

Menurut studi tersebut, gejala Omicron paling umum pada orang yang sudah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap adalah batuk, pilek, dan kelelahan. Sementara gejala bersin dan demam paling jarang ditemukan.

Kelelahan seperti apa yang menandakan gejala Omicron?

Di samping daftar gejala tersebut, para ahli juga meyakini dua gejala umum penanda COVID-19 yakni kelelahan dan pusing atau pingsan. Lebih dari perasaan mudah lelah, 'kelelahan' yang dimaksud sebagai gejala COVID-19, khususnya varian Omicron, yakni berupa nyeri tubuh, nyeri otot, sakit kepala, penglihatan kabur, serta napsu makan menurun.

Seorang praktisi swasta dan ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, dr Angelique Coetzee, menjelaskan bahwa kelelahan adalah salah satu gejala utama yang dialami pasien COVID-19 ketika penularan varian Omicron meledak di Afrika Selatan.

Disebutkan, 40 persen wanita mengaku harus berjuang mengatasi kelelahan akibat COVID-19, lebih tinggi dibandingkan sepertiga pria. Hal itu tercatat oleh Web MD yang menanyakan pada pengguna perihal seberapa sering mereka mengalami kelelahan, terhitung dari 23 Desember 2021 hingga 4 Januari 2022.

Sebuah laporan dari Jerman menyebut, terdapat hubungan antara pingsan dengan infeksi varian Omicron. Hal itu terkuak setelah seorang dokter di Berlin menemukan COVID-19 memicu pingsan berulang pada seorang pasien berusia 35 tahun yang menjalani perawatan di rumah sakit.



Simak Video "Dokter Beberkan Gejala Covid-19 yang Kini Sering Muncul Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)