Mengutip Global Cancer Observatory tahun 2018, kanker usus besar atau kanker kolorektal adalah salah satu kanker ganas dan menjadi kanker keempat terbanyak.
"Kalau itu tidak pandang bulu. Mau laki-laki atau perempuan bisa terkena usus besar," jelas dokter bedah kanker dr Fajar Firsyada dalam webinar Deteksi Dini dan Tatalaksana Kanker Kolorektal, Minggu (13/3/2022).
Pada umumnya juga kanker kolorektal tidak menunjukkan gejala. Gejala kanker usus bisa terlihat bila stadium sudah lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, kanker usus besar bisa menyerang siapa saja terutama bagi orang-orang yang memiliki risiko kanker usus. Bahkan, anak muda sekali pun.
"Usia muda dengan pola hidup yang tidak sehat bisa terkena kanker kolorektal," jelas dr Fajar.
Menurut dr Fajar, 5-10 persen kasus kanker kolorektal adalah kasus yang diturunkan atau dengan faktor risiko genetik.
Faktor risiko genetik ini didapatkan dari keluarga yang memiliki riwayat kanker usus besar dan juga keluarga yang memiliki riwayat polip.
Kemudian, 90-95 persen kasus kanker kolorektal adalah mereka yang memiliki pola hidup yang tidak teratur.
NEXT: Pola hidup tidak sehat yang dapat terkena kanker kolorektal?
Orang yang menjalani diet tidak seimbang, mengkonsumsi daging merah dan daging olahan berlebih, sering mengkonsumsi alkohol, orang dengan obesitas, pengidap diabetes melitus tipe 2, dan kurang aktivitas fisik dapat menjadi faktor risiko kanker usus besar.
Tidak lupa juga orang yang aktif merokok dan menghirup paparan asap.
"Kalo kita tahu risiko dari kanker ini, maka kita harus menjaga pola hidup yang sehat. Kalo ada makanan yang karsinogenik bisa dihindari atau dikurangi," tutupnya.
Melakukan medical check up juga berguna untuk mendeteksi kanker kolorektal.











































