ADVERTISEMENT

Senin, 14 Mar 2022 22:30 WIB

Keseringan Kretek Leher Bisa Berisiko Terkena Stroke, Ini Sebabnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi sakit leher Hati-hati, kebiasaan kretek leher bisa berisiko terkena stroke. (Foto ilustrasi: shutterstock)
Jakarta -

Penyakit stroke terjadi saat bagian otak mengalami kekurangan oksigen dan menghambat fungsi dasar. Umumnya faktor risiko yang menyebabkan penyakit ini seperti obesitas, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Kondisi-kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada sistem vaskular. Namun, seorang ahli mengatakan satu gerakan tubuh juga bisa merusak arteri sehingga menyebabkan darah bocor.

Salah satu pemicu stroke yang kurang diketahui banyak orang adalah neck cracking, terlebih jika terlalu sering dilakukan.

"Neck cracking atau manipulasi leher adalah metode umum untuk mengobati atau mengurangi nyeri leher," kata Monika Wassermann, MD di oliolusso yang dikutip dari Express UK, Senin (14/3/2022).

"Namun, jika dilakukan dengan salah, terutama ketika banyak tekanan diterapkan, dapat menyebabkan stroke," lanjutnya.

Bagaimana Bisa Kretek Leher Menyebabkan Stroke?

Kebiasaan membunyikan atau kretek leher dilakukan untuk melepaskan tekanan pada area tersebut. Tetapi, sejumlah penelitian telah mengkonfirmasi bahwa kebiasaan tersebut bisa menyebabkan stroke.

Ini bisa terjadi karena memberikan tekanan pada leher dengan cara yang kuat bisa menyebabkan pembekuan darah.

"Dari pengalaman kerja saya dan beberapa penelitian pribadi, saya dapat menyimpulkan bahwa retak leher dapat memicu stroke. Mengetahui apa yang menyebabkan stroke adalah penting untuk memahami hubungannya dengan lebih baik," beber Wassermann.

"Stroke cenderung terjadi setelah menderita cedera atau robekan pada arteri leher, suatu kondisi yang dikenal sebagai diseksi arteri serviks. Kebocoran darah yang parah bisa menyumbat arteri leher, benar-benar membentuk gumpalan yang menghalangi aliran darah ke satu bagian otak," jelasnya.

Untuk memastikannya, ada beberapa gejala yang menunjukkan terjadinya kebocoran darah di otak. Tetapi, gejalanya mungkin akan berbeda di tiap kasus, tergantung bagian otak yang terpengaruh.

Beberapa gejala dari kebocoran darah pada otak yang bisa diwaspadai, seperti:

  • Mati rasa atau kelemahan pada wajah, lengan, dan kaki.
  • Kesulitan bicara
  • Penglihatan kabur
  • Pusing dan tanda-tanda lainnya


Simak Video "Ini Ternyata Tanda-tanda Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT