ADVERTISEMENT

Selasa, 15 Mar 2022 07:00 WIB

Tren Pamer Harta di Mata Ahli Jiwa, Ciri Khas 'Crazy Rich' Abal-abal?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Fashion model in black dress with big leather red handbag in high heel shoes sitting on the white stair Foto: iStock
Jakarta -

Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum menilai tak semua orang gemar pamer harta adalah orang kaya atau 'crazy rich' palsu. Bisa saja mereka sengaja melakukannya lantaran ingin mendapat pengakuan banyak orang.

"Tidak juga, ada juga orang kaya yang melakukan hal seperti ini (pamer). Hanya caranya saja yang berbeda-beda. Ada yang pamer dalam komunitasnya saja. Misalnya dalam suatu arisan, perkumpulan khusus atau acara-acara tertentu. Ada juga yang pamer di media sosial. Dan berbagai hal lainnya," beber Rahma kepada detikcom, Senin (14/3/2022).

Belakangan, hal ini memang kerap menjadi perdebatan netizen bahkan para artis di Indonesia. Terlebih, di tengah fenomena sejumlah sosok 'crazy rich' dipolisikan karena dugaan penipuan terkait aplikasi trading ilegal.

Di luar kasus tersebut, Rahma membeberkan orang kaya asli dengan 'karbitan' punya kebutuhan berbeda-beda untuk diterima di masyarakat.

"Hal ini terjadi karena orang kaya beneran atau orang kaya karbitan atau orang kaya bohongan, semua punya kebutuhan untuk diakui, dihargai dan diterima. Kadar dan kesempatannya saja yang membuat caranya berbeda-beda," lanjut dia.

Deddy Corbuzier dalam podcastnya dengan Tom MC Ifle juga sempat membahas perbedaan ciri-ciri di antara keduanya. Coach bisnis tersebut mengungkap orang pura-pura kaya biasanya mementingkan brand ketimbang kualitas saat membeli barang.

Bahkan, menurutnya pura-pura kaya kini sudah menjadi industri. Terlihat dari banyaknya penyewaan tas, iPhone hingga jet pribadi.

"Orang kaya beneran malu bro foto di jet pribadi, gue ketahuan (karena pajak, dll) nanti nih," kata Tom.



Simak Video "Psikolog Bicara Soal Istilah 'Crazy Rich Palsu'"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT