Selasa, 15 Mar 2022 13:58 WIB

Apa Itu Potassium Iodine? Obat yang Diborong Terkait Ancaman Nuklir Ukraina

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
FILE - A Soviet-era top secret object Duga, an over-the-horizon radar system once used as part of the Soviet missile defense early-warning radar network, seen behind a radioactivity sign in Chernobyl, Ukraine, on Nov. 22, 2018. Among the most worrying developments on an already shocking day, as Russia invaded Ukraine on Thursday, was warfare at the Chernobyl nuclear plant, where radioactivity is still leaking from historys worst nuclear disaster 36 years ago. (AP Photo/Efrem Lukatsky, File) Foto ilustrasi: AP/Efrem Lukatsky
Jakarta -

Invasi Rusia ke Ukraina terus memicu kekhawatiran akan dampak radioaktif menyusul serangan terhadap salah satu pembangkit nuklir Ukraina. Akibat hal ini, banyak warga barat yang memborong pil potasium iodine.

Iodida radioaktif oleh paparan nuklir diketahui bisa merusak tiroid. Setelah dilepaskan ke atmosfer, senyawa tersebut dapat terhirup ke paru-paru dan mencemari air, tanah, tumbuhan, dan hewan di sekelilingnya.

Ketegangan antara kedua negara Eropa ini membuat banyak warga dunia panik, menyebabkan stok pil potassium iodine ludes.

Apa sih Potassium Iodine itu?

Dikutip dari laman CDC, potassium iodide atau kalium iodida sebenarnya adalah obat yang digunakan untuk melunakkan lendir di saluran napas dan biasanya dikonsumsi oleh pasien hipertiroid.

Namun dalam keadaan darurat radiasi nuklir, potassium iodide memiliki peranan penting untuk menghalangi tiroid agar tidak menyerap radioaktif iodium. Namun Potassium iodide hanya bekerja untuk mencegah pengambilan yodium radioaktif ke dalam kelenjar tiroid.

Potassium iodide tidak mencegah yodium radioaktif memasuki tubuh dan tidak dapat membalikkan efek kesehatan yang disebabkan oleh yodium radioaktif setelah tiroid rusak.

Efek samping Potassium Iodine

Sama seperti obat pada umumnya, penggunaan potassium iodide dapat menimbulkan efek samping. Akan tetapi, reaksinya bisa jadi berbeda-beda, tergantung dari dosis obat, usia, dan daya tahan tubuh masing-masing orang.

Efek samping yang muncul antara lain:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit perut
  • Diare
  • Jerawatan
  • Mulut terasa logam
  • Nyeri dada

Dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang kalium iodida dapat menyebabkan keracunan yodium. Beri tahu dokter jika memiliki gejala seperti:

  • Rasa terbakar di mulut atau tenggorokan
  • Gusi sakit atau berdarah
  • Sakit kepala parah
  • Iritasi mata
  • Ruam kulit


Simak Video "Soal Konflik Rusia-Ukraina, WHO: Perang Ini Harus Dihentikan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)